Pemulihan Pariwisata, Berbagai Strategi Inovasi Pengembangan Terus Ditingkatkan

YOGYA, KRJOGJA.com – Pariwisata menjadi salah satu sektor yang paling terdampak pandemi Covid-19, baik secara global maupun nasional termasuk DIY yang diperparah dengan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 saat ini. Pandemi Covid-19 memaksa inovasi di sektor Pariwisata untuk berbenah diri, tidak terkecuali di DIY karena terdapat perubahan perilaku wisatawan selama new normal.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY Miyono mengatakan DIY merupakan salah satu dari lima daerah pariwisata super-prioritas. Secara regional, DIY sangat tergantung dengan pariwisata baik langsung maupun pendukung. Pemda DIY dan stakeholder terkait melakukan beberapa inovasi untuk akselerasi pemulihan pariwisata.

“Pengembangan inovasi pariwisata new normal di DIY tersebut dilakukan mulai dari kelembagaan, produk, proses sampai pemasaran. Inovasi kelembagaan dengan Program Sinergi Wisata Ngayogyakarta (Siwignyo), inovasi proses melalui implementasi Clean, Health, Safety and Environment (CHSE), Visiting Jogja dan digitalisasi tiket destinasi dengan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS),” tuturnya di Yogyakarta, Kamis (29/7/2021).

BERITA REKOMENDASI