Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor Berakhir Juni 2021

YOGYA, KRJOGJA.com – Pajak kendaraan bermotor masih berkontribusi menjadi penyumbang tertinggi Pendapatan Asli Daerah (PAD) DIY setidaknya 80 persen hingga saat ini. Total pendapatan yang masuk dari pembebasan denda pajak kendaraan bermotor mencapai Rp 25,2 miliar sementara Bea Balik Nama Kendaraan (BBNKB) mencapai Rp 838 juta sejak Januari hingga Mei 2021, meskipun Pemda DIY mengeluarkan kebijakan penghapusan denda Pajak Kendaraan Bermotor dan pembebasan BBNKB sejak April 2020 hingga Juni 2021.

Kepala Bidang (Kabid) Anggaran Pendapatan Badan Pengelola Keuangan dan Aset (BPKA) DIY Gamal Suwantoro mengatakan kebijakan pemutihan sanksi denda tersebut muncul sebagai wujud respon pemerintah guna memberikan bantuan kepada masyarakat yang saat ini terdampak Covid-19. Sementara itu, Pemda DIY membutuhkan pembiayaan untuk pembangunan, apalagi beberapa kegiatan penanganan Covid-19 yang membutuhkan pendanaan maka dipilih dengan membebaskan sanksi denda tersebut.

“Sebenarnya posisi yang dilematis, di satu sisi pajak sebagai andalan karena PAD karena kontribusinya 80 persennya dari pajak kendaraan bermotor. Namun, di sisi lain, beban masyarakat cukup berat jika tidak dikenakan pemutihan denda. Jika pajak ini sampai dihapuskan sama sekali, maka sumber PAD dari mana? Sehingga ada kebijakan pembebasan sanksi bunga dan denda, dengan harapan masyarakat masih mampu untuk memberikan kontribusi dalam membayarkan pajaknya,” paparnya di Yogyakarta, Kamis (17/6/2021).

BERITA REKOMENDASI