Penambangan Liar Meluas, Masyarakat DIY Diminta Tingkatkan Kesadaran

YOGYA, KRJOGJA.com – Kerusakan lingkungan akibat penambangan baik pasir maupun karst yang ada di Sleman, Bantul, Gunungkidul dan Kulonprogo sudah semakin parah sehingga perlu ditindaklanjuti. Kerusakan lingkungan tersebut semakin diperburuk dengan maraknya aktivitas penambang liar atau ilegal, sehingga diperlukan upaya meningkatkan kesadaran masyarakat guna menjaga dan melindungi lingkungan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (PUP ESDM) DIY Anna Rina Herbranti menyatakan kerusakan lingkungan akibat penambangan liar ini harus segera disikapi bersama oleh semua pihak, tidak terkecuali masyarakat. Semisalnya baru-baru ini dilaporkan kerusakan alam yang cukup parah akibat penambangan pasir asal-asalan di kawasan lereng Merapi Sleman yang kini sudah ditutup.

“Tidak hanya kasus kerusakan lingkungan akibat penambangan pasir liar di lereng Merapi semata, tetapi masih banyak laporan kasus penambangan ilegal karst di Gunungkidul maupun kabupaten lainnya. Kondisi tersebut jelas sangat memprihatinkan dan merupakan tanggangjawan bersama sehingga kuncinya adalah kesadaran semua termasuk masyarakat untuk menjaga, melindungi dan melestarikan lingkungan, percuma tanpa kesadaran tuturnya di Yogyakarta, Selasa (14/9/2021) malam.

Anna mengatakan maraknya kegiatan penambangan liar telah melanggar Undang-Undang No. 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba) dan undang-undang lingkungan hidup. Kondisi kerusakan lingkungan akibat penambangan yang parah tersebut harus dikembalikan ke asalnya sehingga perlu dukungan dari Pemkab bersama aparat penegak hukum terkait guna mencegah agar penambangan liar tidak terulang kembali.

“Pemerintah telah menyediakan area-area yang diperbolehkan ditambang. Penambang juga harus mengantongi surat rekomendasi dari pemerintah Izin Usaha Penambangan (IUP) yang dikeluarkan pemerintah pusat. Pemegang IUP pun harus dicek masa berlaku izinnya kalau menemukan penambang yang tidak berizin langsung didata lalu dilaporian ke pusat,” paparnya.

BERITA REKOMENDASI