Penggembala Kambing Diberi Seragam dan Slip Gaji Dapat Hutang Rp 10 Juta di Bank Jogja, Kok Bisa?

Wisnu menilai adanya kelalaian atau kesengajaan yang lantas membuat kredit tersebut bisa mengucur keluar. Ia pun meminta seluruh pihak termasuk direksi, pengawas maupun komisaris untuk mempertanggungjawabkan dana yang saat ini menjadi kerugian tersebut.

“Kerugian Rp 27 miliar ini menurut kami cukup besar, apakah korupsi atau tidak, yang jelas ada kerugian negara. Dewan pengawas ada tiga dari independen, ASN dan internal Bank Jogja. Tapi terdengar yang dipanggil dewas independen. Harusnya seluruhnya dipanggil. Kredit bank itu ada mekanismenya, mau kredit motor saja harus atas persetujuan kepala cabang, analis dan pusat sesuai jumlahnya kok. Ini mengapa ada anak kandang diberi seragam kok bisa ajukan kredit hingga Rp 25 juta,” tandas legislator PDI Perjuangan ini.

Evaluasi menyeluruh termasuk intervensi ke dalam perlu dilakukan menurut Wisnu. Ia menduga ada peran dari dalam sehingga kredit dengan angka besar bisa mengucur yang bahkan kubu Transvision pusat tidak mengetahui dan lepas tangan.

“Kami akan usulkan dibentuk pansus yang akan serius mengawal ini. Kalau analisis kami, ya ada peran dari internal bank juga, entah kelalaian atau apapun. Kredit begitu besar bisa kecolongan, ini kan perlu mendapat perhatian besar,” tegasnya.

BERITA REKOMENDASI