Penggembala Kambing Diberi Seragam dan Slip Gaji Dapat Hutang Rp 10 Juta di Bank Jogja, Kok Bisa?

Aktivis JCW, Baharuddin Kamba menambahkan saat ini proses hukum di Kejaksaan Tinggi Negeri DIY masih berjalan termasuk laporan Bank Jogja di Polda DIY sebagai korban. Hanya saja JCW berharap aparat penegak hukum bisa mengungkap dengan terang kasus yang diduga menimpa tujuh bank plat merah ini.

“Harapannya pihak bank juga terbuka karena selama ini kita tahu proses pengajuan kredit itu tidak mudah. Perlu survei, pencantuman KTP dan lain sebagainya. Ini mengapa bisa lolos, nah ini yang juga harus dipertanyakan termasuk aliran dana ini ke mana saja apakah ada yang lain yang menerima,” tandas Kamba.

JCW menurut Kamba akan terus mengawal kasus dugaan kredit fiktif di bank-bank pemerintah ini. Teranyar, mereka meminta OJK DIY untuk membuka data bank-bank mana saja yang mengalami kasus serupa Bank Jogja.

“Kami dorong OJK terbuka saja lah ke publik, ini menyangkut dana-dana masyarakat yang ada di dalamnya. Jadi tanda tanya besar kalau OJK tidak tahu, karena mereka punya fungsi pengawasan. Maka dorongan kami, sebut saja terbuka ke media,” tegas Kamba. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI