Pengungsi Merapi Juga Harus Dilindungi dari Penularan Covid-19

YOGYA, KRJOGJA.com – Penanganan pengungsi Merapi kali ini jauh berbeda dibanding penanganan pengungsi saat erupsi-erupsi terdahulu. Itu lantaran, saat ini selain ada potensi bencana alam erupsi Merapi, juga sedang terjadi Pandemi Covid-19. Jangan sampai terjadi klaster di pengungsian.

Ketua Kagama Pengda DIY yang juga mantan Sekda DIY, Gatot Saptadi mengingatkan, para pengungsi Merapi tersebut harus dilindungi dari paparan Covid-19, terutama pengungsi yang memiliki penyakit penyerta (komorbid). Daya tahan tubuh (imunitas) para pengungsi selama di pengungsian harus diperhatikan seperti diberi asupan gizi makanan yang baik dan jangan sampai stress.

Kebijakan yang bisa diambil untuk menghindari kerumunan pengungsi, menurut Gatot, dengan mengurangi daya tampung barak/tempat pengungsian. Selain itu peralatan mandi, makan, minum pengungsi disediakan sendiri-sendiri dan tidak boleh dicampur. Tak kalah penting, para pengungsi harus dilindungi dari berinteraksi dengan pihak luar. Para relawan yang akan masuk ke area pengungsian harus terlebih dahulu dipastikan sehat dan tidak membawa virus, misalkan dengan rapid test.

“Penanganan pengungsi Merapi kali ini ada nilai plusnya. Harus disiapkan SOP untuk antisipasi bencana erupsi, bersamaan dengan itu juga disiapkan SOP antisipasi penularan Covid-19,” terang Gatot Saptadi dalam talkshow daring bertema ‘Menyelamatkan Pengungsi Merapi’, Rabu (2/12/2020) dipandu host Wakil Pemred Kedaulatan Rakyat (KR) Drs Ahmad Luthfie MA. Talkshow diadakan oleh PT BP Kedaulatan Rakyat. Siaran ulangnya dapat disimak di channel youtube Kedaulatan Rakyat TV. Narasumber lain Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Biwara Yuswantana.

BERITA REKOMENDASI