Penjualan Hewan Kurban di Kota Yogya Bakal Dibatasi

YOGYA, KRJOGJA.com – Penjualan hewan kurban yang ada di Kota Yogya akan dibatasi dari sisi jumlah. Jika tahun lalu terdapat sekitar 58 titik penjualan, diharapkan dapat berkurang hingga separuhnya.

Aturan terkait penjualan hewan kurban tersebut akan dituangkan dalam Surat Edaran (SE) Walikota Yogya. “Dalam SE itu juga mengatur penyembelihan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) dan di wilayah serta penyelenggaraan Salat Id. Dalam waktu dekat akan kami sosialisasikan,” jelas Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogya Sugeng Darmanto, Kamis (9/7/2020).

Titik penjualan hewan kurban tahun lalu paling banyak tersebar di wilayah Umbulharjo dan Kotagede. Terdapat dua kecamatan yang tidak ada pasar tiban hewan kurban yakni Pakualaman dan Gondomanan. Pihak yang akan mengadakan penjualan hewan kurban harus mengajukan izin ke walikota yang disampaikan ke kecamatan setempat.

Sugeng mengaku, pembatasan penjualan hewan kurban akan menggunakan rasio keluasan lahan. Selain itu, hewan dari luar daerah harus disertai Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). Bahkan orang yang membawa hewan tersebut dari luar daerah juga membekali hasil negatif Covid-19 dari rapid test. “Tali hewan juga harus higienis karena sering dipegang,” tandasnya.

BERITA REKOMENDASI