Penuhi Syarat UNESCO, Sumbu Filosofi Yogyakarta Kini Dikoneksi ke Makam Raja-Raja Imogiri

Editor: Ary B Prass

YOGYA, KRJogja.com– Sumbu filosofi Yogyakarta yang diusulkan sebagai warisan budaya dunia UNESCO yang sudah dimulai sejak tahun 2014, kini memasuki babak baru. Pasalnya filosofi siklus kehidupan manusia dari kelahiran hingga kematian yang terwujud pada sebuah sumbu filosofi yang terdiri dari Panggung Krapyak, Kraton, dan Tugu Yogyakarta kini dikoneksikan dengan area Makam Raja-raja Imogiri dengan kajian yang sudah matang. Sebab narasi kelahiran manusia akan berakhir pada kematian dan disimbolkan melalui makam tersebut.
Hal ini sekaligus menjadi tema pengajuan Yogyakarta sebagai warisan budaya dunia UNESCO bertajuk The Cosmological Axis of Yogyakarta and It’s Historic Landmarks. “Kawasan dikoneksikan dengan area makam Raja-raja di Imogiri sebagai penguatan terhadap filosofi tersebut,” ujar plt Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY, Ari Eko Nugroho, Rabu (16/6/2021) di Dinas Kebudayaan DIY.
Dengan demikian, Yogyakarta dengan sumbu filosofi dan area makam Raja-raja Imogiri telah memenuhi empat dari enam kriteria mendasar yang dipersyaratkan oleh UNESCO. Aris optimis pengajuan sumbu filosofi menjadi warisan budaya dunia dapat terwujud sesuai dengan cita-cita pembangunan di DIY. Terlebih, saat ini Pemda DIY telah membentuk Balai Pengelolaan Kawasan Sumbu Filosofi yang khusus mengampu dan berkonsentrasi pada sumbu filosofi.
“Kajian kami ternyata ada 4 poin yang masuk menjadi bagian, kriteria yang menjadi dasar. Sehingga kami percaya diri untuk mengusulkan menjadi warisan budaya dunia. Tahun ini sudah mempunyai UPT yang menangani tentang sumbu filosofis, betul-betul konsentrasi terhadap semua kegiatan baik benda dan tak benda di Yogyakarta,” paparnya.

BERITA REKOMENDASI