Peran Besar Sri Sultan HB IX Pada Serangan Oemoem 1 Maret 1949

YOGYA, KRJOGJA.com – Serangan Oemoem 1 Maret 1949, yang biasa dikenal dengan peristiwa 6 jam di Yogyakarta menjadi peristiwa Internasional yang tidak bisa dipisahkan dari sejarah kedaulatan dan kemerdekaan Republik Indonesia.

Pasalnya, peristiwa perang dan baku tembak sengaja dilakukan untuk menunjukkan eksistensi Republik Indonesia di mata dunia sebelum sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Maret 1946.

Dalam hal ini, Raja Kraton Ngayogyakarta Hadniningrat, Sri Sultan HB IX memiliki andil yang sangat besar. Mulai dari ide memindahkan ibu kota dari Jakarta ke Yogyakarta saat Belanda masuk kembali ke Indonesia pada Desember 1945 hingga komunikasi secara intens dengan pihak luar negeri serta sumbangan material untuk jalannya pemerintahan Republik Indonesia.

“Sultan aktif kontak (berkomunikasi) dengan luar negeri dan akhirnya Sultan mendapat berita dari Voice of America, BBC London dan radio Australia bahwa bulan Maret (1946) akan ada sidang keamanan PBB dan antara lain membahas masalah Indonesia,” jelas KPH Yudhahadiningrat pada webinar ‘Serangan Oemoem 1 Maret : Sejarah dan Kenyataan’, Sabtu (6/3/2021) malam.

BERITA REKOMENDASI