Peran Besar Sri Sultan HB IX Pada Serangan Oemoem 1 Maret 1949

Mendengar hal tersebut, Mayor Jenderal Meyer sangat kaget namun bersikap tidak gegabah, kemudian meminta ijin kepada Gubernur Jenderal yang pada saat itu mejabat, Johannes Van Mook yang kemudian berkomunikasi kepada Ratu Belanda.

“Lalu (Van mook) minta ijin Ratu Yuliana dan perintahnya: jangan kau usik Kraton karena negara berdaulat. Karena apabila mengusik Kraton akan jadi masalah Internasional, tarik saja dan mundur ke Magelang,” jelasnya.

Dampak dari peristiwa itu kemudian dunia Internasional mengakui bahwa Republik Indonesia masih ada, tidak seperti apa yang digaungkan Belanda kepada dunia. Sehingga dalam sidang PBB, diputuskan bahwa Belanda harus meninggalkan Indonesia. Dengan begitu, pasukan Belanda ditarik mundur dari tanggal 14-29 Juni 1949.

Kemudian setelah pasukan Belanda bersih, Sri Sultan HB IX atas mandat penuh dari Presiden Soekarno, menyatakan kepada dunia Internasional bahwa Republik Indonesia masih ada.

Selanjutnya, Sultan meminjam pesawat terbang milik PBB dan menjemput Bung Karno, Bung Hatta, dan para Menteri yang sedang diasingkan di Pulau Bangka.

“Sultan mengatakan pada Bung karno, Bung Hatta, dan para Menteri, sekarang Jogja sebagai ibukota RI sudah bersih dari penjajah Belanda. Mari kita pulang untuk menata pemerintah Indonesia yang kita cintai bersama,” tuturnya.

BERITA REKOMENDASI