Perayaan Jumat Agung, Teladan Yesus dengan Melayani dan Cinta Kasih

YOGYA KRJOGJA.com – Wafat Kristus dalam Perayaan Jumat Agung dimaknai umat Katolik sebagai wujud cinta kasih Allah pada manusia. Sebagai rencana karya keselamatan untuk umat Manusia yang dikasihiNya. Sebelumnya Perayaan Perjamuan Terakhir Yesus dalam Misa Kamis Putih memberikan teladan pada umat Kristiani untuk saling mengasihi dan mau melayani seperti dilakuka. Yesus pada murid-muridnya.

“Dalam Perayaan Jumat Agung ini kita mengenang sengsara Tuhan sebagai puncak cinta Allah. Rela sakit dan dihina hingga wafat di salib untuk menyelamatkan manusia, menyelamatkan kita semua dari dosa,” ucap Romo Fx Sukendar Wignyosumarto Pr dalam Ibadat Jumat Agung, Jumat (15/4) di Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus (HKTY) Pugeran.

Kisah Sengsara Yesus juga dibawakan dalam Jalan Salib, Tablo pagi harinya oleh OMK (Orang Muda Katolik) di Gereja HKTY Pugeran. “Penginjil Yohanes mempunyai cara khas menampilkan siapa Yesus yang justru mengadili Pilatus serta menunjukkan diriNya sebagai Anak Allah dengan penyelesaian tugas akhir sebagai penyerahan sempurna ‘Sudah Selesai’,” ungkap Rm Sukendar.

Disebutkan tidak ada Simon dari Kirene dan Veronika karena Yesus sendiri sanggup menyelesaikan tugas dengan konsisten dan sepenuhnya. “Terbentuknya gereja di bawah Salib: Maria dan Yohanes murid terkasih,” ujarnya.

Disebutkan Tablo Kisah Sengsara bersama OMK Pugeran: merefleksikan intrik pengadilan Ponsius Pilatus dengan para pemuka umat, perjalanan salib dengan banyak wanita yang menyertai serta kemauan pelbagai pihak untuk terlibat dan dan konsisten. “Ajakan refleksi dengan hati dan bukan adegan kekerasan, hindari fenomena kekerasan, klithih yang saat ini terjadi,” kata Rm Sukendar.

BERITA REKOMENDASI