Perhatikan Aspek Sosial, Ganti Untung Lahan Sesuai Aturan

YOGYA, KRJOGJA.com- Pemberian ganti untung yang cukup besar terhadap masyarakat tersampak pembangunan proyek pemerintah seperti jalan tol, bandara dan lainnya saat ini sudah sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Untuk metode penilaiannya mirip dengan dulu. Tapi merujuk pada aturan saat ini, ada ganti untung. Artinya nilai yang berikan boleh di atas nilai pasar sesuai dengan aturan yang berlaku,” kata Kepala Bidang Pengembangan Profesi Keuangan, Pusat Pembinaan Profesi Keuangan, Sekretariat Jenderal, Kementerian Keuangan RI Arie Wibowo di sela menghadiri Musda III DPD Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI) DIY di Hotel Marriot Yogyakarta, Sabtu (25/9/2021).

Menurutnya, lama tinggal seseorang di wilayah terdampak juga menjadi penilaian. Sebab dia memiliki kedekatan emosional dengan lahan terdampak sehingga memiliki penilaian yang lebih tinggi dari nilai pasar.

“Bisa dikatakan faktor sosial. Hal itu yng akan dikodifikasikan penilai. Lebih komplit dan rumit, tapi jusru makin meningkatkan kompetensi penilai,” sambungnya.

Menurutnya, ganti untung yang diberikan sudah berdasar pada penilaian sesuai standar internasional. Dengan niatan utama memberikan imbalan cukup serta tidak merampas hak masyarakat.

BERITA REKOMENDASI