Peserta KB Tak Boleh Putus, Angka Kehamilan Cenderung Stabil

YOGYA, KRJOGJA.com – Selama pandemi Covid-19 angka kehamilan di Kota Yogya cenderung stabil jika dibanding tahun sebelumnya. Hal ini sejalan dengan program nasional untuk menunda kehamilan bagi pasangan usia subur.

Menurut Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dalduk KB) Kota Yogya Emma Rahmi Ariyani, tahun 2019 terdapat 1.370 kehamilan di Kota Yogya dengan jumlah pasangan usia subur 38.951 pasangan. Sedangkan hingga Mei tahun ini tercatat 1.185 kehamilan dari total 35.341 pasangan usia subur.
“Hasil statistik rutin yang kami miliki memang masih stagnan,” tandasnya, Senin (13/7/2020).

Terkait program menunda kehamilan selama pandemi, bukan semata untuk pengendalian laju penduduk melainkan demi kesehatan sang ibu. Kondisi ibu hamil memiliki daya tahan tubuh yang rendah sehingga memiliki risiko lebih tinggi tertular virus. Apalagi bagi kehamilan pertama harus rutin melakukan pemeriksaan di fasilitas layanan kesehatan. Padahal di tengah pandemi diimbau tidak ke rumah sakit jika kondisinya tidak terpaksa.

Dari sisi program atau target KB, realisasi di Kota Yogya justru cukup tinggi. Dalam peringatan Hari Keluarga Nasional akhir Juni lalu, digulirkan layanan sejuta akseptor secara nasional. Khusus di Kota Yogya ditargetkan 303 akseptor, namun realisasinya justru mencapai sekitar 800 akseptor.

BERITA REKOMENDASI