Petani Tembakau, Buruh Rokok dan Perokok Ramai-Ramai Kirim Surat ke Jokowi

YOGYA, KRJOGJA.com – Petani tembakau yang tergabung dalam Asosiasi Petani Tembakau DIY bersama Pimpinan Daerah Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman (PD FSP RTMM-SPSI ) DIY dan konsumen rokok menggelar pertemuan, Senin (30/8/2021). Mereka sepakat menolak rencana kenaikan cukai rokok terutama Sigaret Kretek Tangan pada 2022 yang dikhawatirkan akan berdampak pada kelangsungan hidup ekosistem tersebut.

Triyanto, Sekjen Asosiasi Petani Tembakau DIY, mengatakan pihaknya keberatan dengan rencana negara menaikkan cukai hasil tembakau tahun depan. Petani menilai, kenaikan cukai rokok hanya akan menguntungkan negara saja tanpa memperhatikan kelangsungan ekosistem di tingkat bawah.

“Kami sudah merumuskan keputusan untuk menolak apa yang disampaikan presiden dalam pidato kenegaraan terkait kenaikan cukai hasil tembakau tersebut. Cukai rokok tahun 2020 sekitar Rp 180 trilyun, jangan-jangan ini hanya sebagai komoditas saja tak dirasakan, diperhatikan prosesnya di bawah. Enak saja jualnya tapi proses sulitnya di bawah tak diakomodasi,” ungkapnya pada wartawan.

BERITA REKOMENDASI