‘Physical Distancing’ di Wilayah DIY Belum Maksimal

YOGYA, KRJOGJA.com – Sejumlah upaya terus dilakukan oleh Pemda DIY untuk mengantisipasi adanya lonjakan kasus positif Covid-19. Salah satunya dengan mewajibkan masyarakat untuk memakai masker guna meminimalisir adanya penyebaran Covid-19.

Sayangnya, kampanye gerakan memakai masker tersebut belum diimbangi dengan kesadaran masyarakat untuk melakukan physical distancing, termasuk di tempat-tempat umum. Kondisi tersebut perlu dijadikan bahan evaluasi bersama.

“Memang, setelah ada gerakan kampanye memakai masker, sebagian masyarakat sudah mentaati (memakai masker). Tapi persoalannya, saat ini masyarakat banyak yang belum melakukan physical distancing. Bahkan beberapa diantara mereka terkesan masih abai. Guna mengatasi hal itu kami hanya bisa mengimbau dan membubarkan kerumunan-kerumunan yang dilakukan setiap hari,” kata Koordinator Pengamanan dan Penegakan Hukum Tim Gugus Tugas Penanganam Covid-19 DIY Noviar Rahmad di Yogyakarta, Sabtu (16/5/2020).

Noviar mengungkapkan, dengan adanya gerakan wajib memakai masker diharapkan tidak ada lagi warga DIY yang melakukan aktivitas tanpa memakai masker. Tentunya dengan tetap mentaati protokol kesehatan termasuk physical distancing. Walaupun dalam realitanya untuk mewujudkan hal itu tidak bisa dilakukan secara instant. Karena masih banyak anggota masyarakat yang belum bisa mentaati physical distancing.

“Masih ditemukan sejumlah kerumunan di tempat-tempat umum serta masyarakat yang belum memakai masker, menjadi PR bersama. Padahal sejumlah upaya sudah dilakukan untuk membubarkan kerumunan dan memberikan edukasi kepada mereka. Misalnya bagi masyarakat yang berkerumun akan diminta untuk push up,” ungkap Noviar.

BERITA REKOMENDASI