PPKM Darurat DIY Diterapkan, Warung Makan Wajib “Take Away”, Tempat Wisata dan Mal Tutup

Editor: Ary B Prass

YOGYA, KRJOGJA.com – Gubernur DIY, Sri Sultan HB X memastikan pelaksanaan PPKM Darurat mulai 3 Juli besok. Beberapa aturan diperketat untuk membatasi mobilitas masyarakat guna menurunkan kasus positif khususnya di wilayah Jawa-Bali.

Sultan mengatakan ada beberapa pengetatan yang wajib dilakukan dan diikuti masyarakat seluruh DIY. Hal ini menurut Sultan pasti begitu menyulitkan namun tak ada pilihan lain karena kasus terus melonjak tak terkendali.

“Tempat publik, seperi pariwisata, kegiatan seni budaya ditutup sementara. Rumah makan dan sebagainya tidak boleh makan di tempat, tapi take away. Hal ini untuk mengurangi kerumunan karena untuk makan pasti buka masker kita tak tahu sebelah kita positif kita tidak tahu,” terang Sultan, Jumat (2/7/2021).

Sultan menyatakan ada aturan hukum untuk mendorong diberlakukannya aturan PPKM Darurat. Pemda sudah berkoordinasi dengan Polda DIY, TNI dan Kejaksaan untuk penindakan tegas.

“Yang tidak bisa melaksanakan konsekuensi hukumnya kita terapkan. Karena tak ada pilihan lain untuk menurunkan kecuali dari masyarakat sendiri mengurangi mobilitas yang tidak perlu. Ini untuk Jawa dan Bali, semua sifafnya sementara sampai melihat dampaknya lebih baik. Tiga hari sekali kita ada rapat koordinasi dengan pemerintah pusat untuk evaluasi. Sehingga kalau kondisi lebih baik, lebih kendor tetap untuk menjaga kesinambungan jangan sampai bubrah lagi. Kita koordinasi. Sementara ini orang jualan tutup sampai jam tertentu tak boleh makan di tempat harus take away,” tegas Sultan lagi.

BERITA REKOMENDASI