PPKM Level 3 Serentak, Pukulan Telak Lagi untuk Industri Pariwisata

YOGYA, KRJOGJA.com – Pemerintah berencana akan menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 serentak pada saat libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru). Para pelaku industri pariwisata, salah satunya biro perjalanan wisata di DIY yang tergabung dalam Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) berharap kebijakan tersebut tidak jadi diberlakukan nantinya.

Koordinator Wilayah (Korwil) ASEAN DPP Asita Edwin Ismedi Himna menyampaikan pihaknya masih berharap kebijakan PPKM Level 3 serentak pada saat libur Nataru batal diberlakukan. Namun apabila pemerintah sudah memutuskan dan tetap melaksanakan kebijakan tersebut, maka pelaku wisata mau tidak mau harus menerima dan menjalankan kebijakan tersebut tanpa kecuali.

“Setahu kami, wisatawan sendiri sudah mengetahui apa yang menjadi kekhawatiran pemerintah. Bahkan protokol kesehatan yang telah diberlakukan sudah dilakukan serta sudah menjadi hal yang wajar bagi semuanya. Jadi rencana penerapan PPKM Level 3 serentak saat Nataru nanti menjadi pukulan lagi bagi pelaku industri pariwisata di DIY yang telah mulai bergerak bangkit,” tuturnya di Yogyakarta, Selasa (30/11/2021).

Edwin mengatakan pelaku industri pariwisata yang sebenarnya sudah mulai bisa bernafas dan bangkit kembali, akhirnya terpaksa menahan nafas kembali jika PPKM Level 3 serentak akan diberlakukan saat libur Nataru. Tetapi, pelaku pariwisata di DIY akan berupaya menyikapinya dari sisi dunia usaha jika rencana tersebut benar-benar diimplementasikan. Terlebih keinginan masyarakat untuk berwisata sudah tidak bisa dibendung, faktanya reservasi hotel d DIY sudah sangat tinggi baik di akhir pekan maupun hari-hari biasa.

“Belum lagi event-event sudah mulai digelar secara hybrid ditambah banyaknya Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) dari pemerintah yang diadakan di DIY. Jadi kita masih tetap berharap masih ada peluang dan pemerintah bisa mengkaji ulang kebijakan PPKM Level 3 serentak saat libur Nataru mendatang. Sebab kami khawatir jika diberlakukan jelas kunjungan wisatawan menjadi terbatas kembali sehingga akan membuat wisatawan kembali kucing-kucingan,” jelasnya.

BERITA REKOMENDASI