Produksi Petani Lokal Berkurang, Harga Bawang Merah di DIY Alami Kenaikan

YOGYA, KRJOGJA.com – Fluktuasi harga masih dialami beberapa komoditas bahan pokok pangan diantaranya bawang merah, cabai, tepung terigu dan minyak goreng di sejumlah pasar tradisional di Kota Yogyakara pada pekan terakhir Juli 2021. Fluktuasi harga beberapa bahan pokok pangan tersebut dipicu dari berkurangnya produktivitas dan permintaan pasar di masa PPKL Level 4.

Pedagang bawang Endang mengatakan harga bawang merah memang mengalami kenaikan, tetapi kenaikannya tidak terlalu tinggi dan masih sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yang menjadi acuan sebesar Rp 32.000/Kg. Kenaikan harga bawang merah tersebut dikarenakan produksi petani bawang merah lokal berkurang sehingga pasokan banyak didatangkan dari luar DIY, khususnya dari Bima Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Pasokan biasanya didatangkan dari petani bawang merah lokal seperti Bantul dan Kulonprogo, namun karena tidak banyak maka didatangkan pasokannya dari Bima saat ini. Harga bawang merah pun bervariatif sesuai ukurannya yaitu ukuran kecil yang semula Rp 20.000 menjadi Rp 23.000/Kg, ukuran sedang naik dari Rp 27.000 menjadi Rp 30.000/Kg dan ukuran besar naik dari Rp 28.000 menjadi Rp 32.000/Kg,” jelasnya di Pasar Beringharjo kepada KR, Kamis (29/7/2021).

BERITA REKOMENDASI