Produktivitas Terjaga, Mantapkan Ekonomi di Masa Pandemi

YOGYA, KRJOGJA.com – Jumlah kasus positif di DIY meningkat tajam. Setidaknya dalam dua pekan terakhir. Di wilayah Kota memang tak sebanyak di Kabupaten Gunungkidul, Sleman dan Bantul. Tapi wilayah Kota kini sudah ‘welcome’ terhadap wisatawan dan pendatang. Plat mobil luar kota berseliweran melintasi pusat keramaian seperti di Malioboro.

Menyikapi kondisi seperti ini, Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Yogya, Krisnadi Setyawan mengatakan, pemkot perlu meningkatkan kedisiplinan warga dalam tiga hal yaitu pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak.

“Saya mendorong dalam situasi darurat memang penting untuk mengambil keputusan cepat menerbitkan perwal pencegahan Covid-19. Namun alangkah baiknya ditindaklanjuti secara simultan dengan pembahasan bersama legislatif, karena merupakan pengurangan hak, produknya harus dihasilkan oleh pemerintah dan perwakilan masyarakat, dalam hal ini DPRD, sehingga penerapan sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan menjadi lebih kuat,” kata Krisnadi kepada KRJOGJA.com, Sabtu (8/8/2020).

Jika belakangan muncul kesan, Yogya agak longgar terhadap protokol kesehatan, menurut Krisnadi, kesan longgar sebenarnya muncul dari psikologis warga yang tidak terbiasa dengan pembatasan sosial, sehingga tetap melakukan kegiatan bebas di lingkungan. Tentu tidak bisa disalahkan kondisi seperti ini, pemkot juga sudah melaksanakan penegakan ketertiban kesehatan secara masif namun juga mempunyai keterbatasan anggaran.

“Peran lingkungan RT dan RW menjadi penting untuk selalu menjaga kesadaran pencegahan pandemi di lingkup masyarakat paling bawah,” katanya.

BERITA REKOMENDASI