Program KUR Pemerintah, UMKM Didorong Melek Kelola Keuangan

Masyarakat menurut Nurcholis harus mulai memiliki histori catatan keuangan baik yang akan memudahkan untuk dapat mengakses pembiayaan, melalui kredit program yang telah disediakan oleh pemerintah seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR). Melihat data yang ada di Indonesia sebanyak 48,9 persen (92 juta) penduduk dewasa telah memiliki rekening, tetapi 30 persen tergolong tidak aktif, juga lebih banyak masyarakat miskin tidak memiliki rekening jika ada ,itupun hanya sekitar 15 persen dan kebanyakan juga tidak aktif.

“Terkait KUR pemerintah melalaui Program PEN mengumumkan plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) tanpa jaminan naik menjadi Rp 100 juta dengan bunga 6 persen, peluang inilah yang harus bisa ditangkap oleh pihak UMKM DIY dan sangat terlihat pentingnya program inklusif keuangan bagi warga terutama pelaku UMKM. Dari data KUR secara nasional serapan KUR untuk DIY hanya sekitar 22.672 UMKM yang baru memanfaatkan, padahal menurut data yang ada di BPS, DIY memiliki sekitar 521 ribu UMKM tersebar di Sleman 140.395, Bantul 138.332, Gunungkidul 111.656, Kota Yogyakarta 66.575 dan Kulonprogo 64.054,” tandas anggota Fraksi Partai Golkar DPRD DIY ini.

Peluang besar bagi UMKM DIY untuk bisa ambil bagian dalam KUR tahun 2021 ini. Namun, UMKM diminta untuk melek literasi keuangan agar kredit bisa maksimal dan kegiatan produksi terus bertumbuh.

BERITA REKOMENDASI