Protokol Transportasi Perlu Asumsikan Semua Orang Carrier

YOGYA, KRJOGJA.com – Sikap masyarakat yang cenderung mengabaikan protokol kesehatan, perlu dijadikan perhatian dan bahan evaluasi bersama. Salah cara yang bisa dilakukan dengan melakukan pelurusan pemahaman tentang kenormalan baru. Sektor transportasi yang mendukung mobilitas yang produktif harus bersifat melindungi. Karena resiko penyebaran salah satunya adalah dari Orang Tanpa Gejala (OTG) yang merupakan salah satu sumber penularan yang sulit dideteksi.

“Banyaknya masyarakat yang berkerumun dan tidak mentaati protokol kesehatan menjadikan resiko penularan semakin besar. Oleh karena itu protokol di transportasi harus mengasumsikan bahwa semua orang adalah carrier. Selain itu benda-benda di kendaraan dan ruang publik juga mungkin terkontaminasi Covid-19,” kata peneliti dari Pusat Transportasi dan Logistik (Pustral) UGM, Dr Arif Wismadi di Yogyakarta, Selasa (9/6/2020).

Menurut Arif, kesalahan pemahaman (Miskonsepsi) di masyarakat tentang kenormalan baru terbentuk ketika pandemi masih berlangsung, namun masyarakat mengganggap pandemi sudah berakhir, bahkan tidak mengalami trauma.Yang disayangkan kesalahan pemahaman itu mendominasi golongan muda dan terpelajar yang didorong oleh rasionalisasi atas persepsi dampak fatalitas yang rendah untuk usia kurang dari 45. Jika hal tersebut dibiarkan maka bisa mempengaruhi perilaku kelompok umur lain dan juga meningkatkan resiko anggota keluarga di rumah yang rentan.

BERITA REKOMENDASI