Rencana Relokasi, PKL Malioboro Pilih Ditata Tanpa Dipindah

YOGYA, KRJOGJA.com – Setidaknya lebih dari 1.000 Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Malioboro keberatan dengan rencana relokasi yang akan dilakukan Pemerintah. PKL lebih memilih untuk ditata tanpa dipindah atau dengan kata lain dibuat indah tanpa memindah.

“Tidak benar, beredarnya informasi beberapa Paguyuban, secara resmi dan bulat telah menyatakan menerima relokasi. Justru, sebagian besar telah menyatakan keberatan. Sementara, ada pula paguyuban maupun yang masih dalam proses menjaring aspirasi anggota,” ujar Ketua Paguyuban Angkringan Malioboro (Padma) Yati Dimanto dalam Rembug Komunitas di Kawasan Malioboro, Minggu (28/11/2021).

Yati menyampaikan sikap keberatan tersebut, karena menimbang dampak buruk sosial dan ekonomi yang sangat mungkin terjadi pada ribuan keluarga PKL, di mana puluhan ribu jiwa tergantung di dalamnya. Belum lagi, kebijakan relokasi diputuskan secara sepihak oleh Pemerintah tanpa melibatkan Paguyuban PKL. Apalagi dilakukan pada waktu PKL dalam kondisi tersulit dan dampak pandemi Covid-19.

“Kondisi kami sedang susah di atas susah saat ini. Sudah 6 bulan tidak berjualan di awal Covid merebak. Kemudian, baru siuman dari pingsan lalu kebijakan PPKM menghadang sehingga tidak berjualan lagi. Kami hidup dari tabungan, menjual barang dan hutang. Baru bangun dari mati suri dan tidur panjang, belum lagi berjalan, kebijakan relokasi sudah di hadapan,” tuturnya.

BERITA REKOMENDASI