Ruwetnya Kabel di Kawasan Tugu Pal Putih Bakal Hilang

YOGYA, KRJOGJA.com – Tugu Pal Putih Yogyakarta menjadi salah satu jujugan wisatawan atau yang datang ke Yogyakarta untuk berfoto di tempat itu. Sayangnya, banyaknya kabel yang melintang mengurangi estitika kawasan Tugu Yogya.

Tahun 2020, nasib kabel tersebut kelihatannya bakal segera hilang. Hal ini tak lepas dari program Pemkot Yogyakarta yang menargetkan penataan kawasan Tugu Pal Yogyakarta dari ruwetnya kabel.

”Sesuai arahan Gubernur untuk memperkuat kawasan sumbu filosofis, kami berkomitmen menata wilayah Tugu. Sudah ada kesepakatan dengan berbagai pihak supaya kabel yang selama ini melintang di seputaran Tugu dipindahkan ke bawah. Tahun ini akan kami kerjakan,” kata Walikota Yogya Haryadi Suyuti kepada KR, Sabtu (8/2/2020).

Menurut Walikota, kabel yang masih melintang di seputar Tugu tersebut terdiri fiber optik milik provider telekomunikasi serta kabel listrik milik PT PLN. Kabel-kabel itu akan dibuatkan saluran di dalam tanah.

”Jika seluruh kabel sudah tertanam dalam tanah dengan sistem ducting, estetika salah satu sumbu filosofis Kota Yogya ini akan terjaga,” tandasnya. Haryadi menambahkan, sistem ducting sudah diawali saat revitalisasi trotoar Jalan Jenderal Sudirman tahap

Pertama pada tahun 2019 lalu. Terutama dari simpang Gramedia ke barat hingga Gondolayu. Hanya, ducting tersebut masih sebatas kabel fiber optik, karena kabel PLN memiliki spesifikasi. “Ada 13 provider di sana. Harapan kami, semua wilayah di Kota Yogya terutama kawasan strategis, bisa bebas dari kabel melintang, supaya estetika kota juga semakin tertata,” urainya.

Dikatakan, sistem ducting sebenarnya memiliki berbagai keunggulan dibanding kabel udara, karena bisa meminimalisir gangguan akibat keberadaan pohon perindang, angin, hewan maupun pekerjaan konstruksi. Khusus untuk pemindahan kabel melintang di atas Tugu, menjadi satu paket dengan revitalisasi trotoar Jalan Jenderal Sudirman tahap kedua.

Trotoar dari Jembatan Gondolayu di sisi selatan dan utara akan dibongkar dan dibangun ulang hingga seputaran Tugu, terutama radius 100 meter dari arah barat, timur, selatan dan utara, dengan titik sentral Tugu.

“Koordinasi dengan pemilik kabel sudah berjalan. Untuk teknisnya, nanti dibicarakan dengan pihak ketiga. Yang jelas akhir tahun pekerjaan harus sudah tuntas,” tegas Haryadi.

Terpisah, Manajer PT PLN Area Yogyakarta, Eric Rossi juga mengatakan penataan kabel di sekitar Tugu akan dilakukan bersamaan dengan penataan pedestrian di Jalan Jenderal Sudirman tahap dua. Dengan demikian, nantinya tidak akan ada lagi kabel udara di kawasan tersebut.

“Untuk radius jarak dari Tugu, dimungkinkan sekitar 100 meter ke semua simpang jalan. Tetapi tidak menutup kemungkinan bisa lebih jauh,” ungkapnya.

Menurutnya, selama proses pemindahan kabel dimungkinkan tidak perlu dilakukan pemadaman listrik. Hal ini karena PT PLN bisa menyiapkan sumber listrik cadangan yang bisa dimanfaatkan pelanggan. Selain di sekitar kawasan Tugu, penataan kabel listrik udara diharapkan dapat dilanjutkan di sepanjang sumbu filosofis Yogyakarta, yakni hingga Panggung Krapyak.

“Proses ducting memang lebih aman untuk jaringan kabel listrik, tetapi membutuhkan biaya yang sangat besar,” jelas Eric Rossi. Alokasi anggaran yang disiapkan untuk revitalisasi trotoar Jalan Jenderal Sudirman tahap kedua mencapai Rp 27 miliar.

Seluruhnya bersumber dari Danais yang dikelola Pemkot Yogya, hasil bantuan keuangan khusus Pemda DIY. Trotoar di sisi selatan akan diperlebar satu meter guna memberikan akses yang standar bagi pejalan kaki maupun penyandang disabilitas.

Di sisi utara, tetap seperti saat ini karena dinilai sudah cukup luas. Setelah revitalisasi selesai, kawasan tersebut juga tidak diperbolehkan lagi untuk aktivitas PKL. Total ada 18 PKL yang diakomodir oleh kecamatan setempat untuk bisa mendapat lokasi lain yang representatif. Sesuai rencana, pekerjaan fisik akan dimulai April dan selesai akhir September. (Ardhi Wahdan)-

BERITA REKOMENDASI