Semangat Berkurban Harus Tinggi Meski Ada Pandemi

YOGYA, KRJOGJA.com – Semangat umat muslim untuk berkurban harus tetap tinggi meski di tengah pandemi virus Corona. Pembatasan kerumunan yang diatur oleh pemerintah merupakan upaya untuk melindungi sekaligus mencegah dan mengendalikan potensi penularan virus di masyarakat.

Walikota Yogya Haryadi Suyuti, menjelaskan terdapat empat kegiatan masyarakat yang tidak bisa dilepaskan dalam momentum Idul Adha, yakni penjualan hewan kurban, malam takbiran, salat Id dan penyembelihan hewan. “Empat kegiatan itu memicu terjadinya kerumunan. Sehingga harus ditegakkan protokol kesehatan yang ketat demi kita semua,” jelasnya baru-baru ini.

Keempat kesemarakan Idul Adha tersebut sudah diatur melalui surat edaran walikota. Penjualan hewan kurban harus memperhatikan luasan serta mengajukan izin ke wilayah setempat. Malam takbiran yang identik dengan keliling kota juga sepakat untuk ditiadakan dan diganti dengan takbiran di masjid maupun area kampung. Begitu juga salat Id, bisa digelar terbatas atau secara internal yang melibatkan jemaah setempat.

BERITA REKOMENDASI