Serangan Siber Makin Masif di DIY, Harus Imbangi dengan Perlindungan dan Pengamanan Data

Editor: Ary B Prass

YOGYA, KRJOGJA.com – Serangan siber di DIY berlangsung sangat masif mencapai rata-rata sekitar 300.000 serangan siber per bulan atau 10.000 serangan siber per hari yang tercatat di sistem pengamanan siber Pemda DIY. Serangan siber yang massif ini harus segera direspon dengan cepat mulai dari monitoring, penanganan hingga pemulihannya oleh Tim Penanggulangan dan Pemulihan Insiden Siber yang bernama JogjaProv Computer Security Incident Response Team (CSIRT) atau JogjaProv CSIRT.

Tim JogjaProv CSIRT ini harus berkolaborasi dan bergotong royong dengan berbagai pihak terkait bersama-sama menghadapi gangguan atau insiden di ruang siber. Sebab banyak serangan siber yang berpotensi menimbulkan kerugian yang besar. Kehadiran JogjaProv CSIRT ini semakin meningkat pengamanan data Pemda DIY dengan mengamankan perangkat dan menggunakan aplikasi atau software.

Kepala Diskominfo DIY Rony Primanto Hari mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai macam pengamanan Data Center Pemda DIY dan memiliki tim JogjaProv CSIRT yang bertugas merespon setiap serangan siber terhadap Data Center. Dalam hal ini, Diskominfo DIY bekerjasama dengan berbagai macam stakeholder untuk mengamankan data yang ada di Data Center Pemda DIY tersebut. Selain itu, pihaknya mempunyai berbagai macam sistem yang dikembangkan supaya sistem keamanan terjamin terutama data-data yang ada di Data Center Pemda DIY.

” Apapun yang dilakukan Pemerintah atau Pemda DIY tidak akan berhasil jika masyarakat sendiri tidak peduli terhadap keamanan data-data pribadinya. Sehingga NIK, KK dan sebagainya harus hati-hati dalam menyimpannya karena bisa digunakan pihak yang tidak bertanggungjawab untuk melakukan hal-hal yang bisa merugikan masyarakat sendiri. Jadi masyarakat harus hati-hati ketika melakukan komunikasi, transaksi dengan pihak ketiga dan sebagainya sehingga PIN maupun informasi yang dimiliki masyarakat harus disimpan sendiri supaya tetap aman,” tuturnya, Minggu (31/10/2021).

 

BERITA REKOMENDASI