Siap-Siap Lomba Penulisan Desa Wisata Masuki Hari Terakhir

Editor: Ary B Prass

YOGYA, KRJOGJA.com – Lomba Penulisan Desa Wisata yang diinisiasi Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BOB) bersama Kedaulatan Rakyat (KR) dan Sekolah Vokasi UGM menemui titik akhir pengumpulan. Antusiasme tinggi terlihat dari para peserta yang mengumpulkan tulisan menarik desa-desa wisata di wilayah Magelang, Purworejo dan DIY.
Perlombaan yang sedianya ditutup pada 14 Juli akhirnya diputuskan untuk dimundurkan hingga 14 Agustus. Berarti sehari lagi pengumpulan paling akhir bisa dilakukan peserta melalui link http://bit.ly/karyatulisbob .
Direktur Pemasaran BOB, Agus Rochiyardi mengatakan kegiatan lomba menulis desa wisata dibuat untuk mengenalkan lebih jauh tentang 16 desa wisata yang ada di kawasan Magelang, Purworejo dan Yogyakarta. Desa-desa wisata tersebut memiliki potensi luar biasa yang bisa dieksplorasi dari berbagai sudut menarik.
“Kami berterimakasih atas antusiasme luar biasa para peserta yang mengirimkan tulisan terbaiknya. Lomba menulis ini kami kreasikan untuk semakin memperkenalkan potensi desa wisata tersebut di masyarakat dan juga untuk mengembangkannya menjadi desa wisata mandiri dengan tema Percepatan PertumbuhanSosial Ekonomi untuk Menuju Desa Wisata Mandiri. Kami semangat untuk mempercepat proses pertumbuhan kondisi sosial ekonomi di desa-desa itu,” ungkap Agus, Jumat (13/8/2021).
Ke-16 desa tersebut adalah Desa Karanganyar, Karangrejo, Borobudur dan Ngagoretno di Kabupaten Magelang. Kemudian Desa Kaligono dan Pandanrejo di Kabupaten Purworejo, lalu Desa Glagah, Segajih, Tinalah, Jatimulyo, Pagerharjo dan Gerbosari di Kabupaten Kulonprogo, Desa Bleberan dan Sri Getuk di Kabupaten Gunungkidul juga Desa Pulesari dan Garongan di Kabupaten Sleman  dan Desa Mangunan di Kabupaten Bantul.
Sementara, Pemimpin Redaksi Kedaulatan Rakyat, Octo Lampito menambahkan animo para penulis untuk ikut ambil bagian cukup luar biasa. Hingga Jumat (13/8/2021) malam tercatat lebih dari 150 naskah tulisan yang masuk ke meja dewan juri untuk mendapatkan penilaian.
“Kami melihat antusiasme luar biasa dari teman-teman penulis yang ikut ambil bagian dalam lomba. Kita tahu sedang berada di tengah pandemi dengan keterbatasan untuk bepergian sebagai upaya memutus rantai penyebaran virus, namun cukup banyak tulisan yang masuk. Mudah-mudahan ini bisa membantu mengangkat kembali potensi-potensi luar biasa desa wisata,” terang Octo. (Fxh)

 

BERITA REKOMENDASI