Siapkan Wadah Sekaligus Isi Kelembagaan Keistimewaan DIY

YOGYA, KRJOGJA.com – Ada dua hal yang paling penting dan diperhatikan dalam kelembagaan sesuai dengan amanat Undang Undang Keistimewaan (UUK) DIY. Hal tersebut berupa kelembagaan asli amanat UUK ini yang menjadi target bagian Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) DIY dan Budaya Pemerintahan SATRIYA yang merupakan singkatan dari Selaras, Akal budi Luhur, Teladan-keteladanan, Rela Melayani, Inovatif, Yakin dan percaya diri, Ahli-profesional.

Paniradya Pati Kaistimewan Aris Eko Nugroho mengatakan Undang-Undang Nomor 13 tahun 2012 tentang Keistimewaan DIY atau lebih dikenal dengan UUK mempunyai terjemahan ke bawah bukan Peraturan Pemerintah (PP) tetapi melalui Peraturan Daerah Istimewa (Perdais). Perdais pertama yang muncul tahun 2013 disebut Perdais Induk yang dalam perkembanganya muncul Perdais yang lebih memfokus yaitu Perdais No 3 Tahun 2015 tentang Kelembagaan yang menjadi Perdais kedua atau anak pertama Perdais Induk.

“Muncul PP Nomor 18 Tahun 2016 yang mengamanatkan tentang perangkat daerah yang berlaku di seluruh Indonesia, dimana terdapat pengecualian untuk daerah istimewa dan otonomi khusus (otsus). Baru ada Peraturan Kementerian Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 8 Tahun 2017 tentang Kelembagaan Pemda DIY diikuti adanya Perdais No. 1 Tahun 2018 yang melahirkan lembaga Asisten Keistimewaan lalu menjadi Paniradya Kaistimewan,” terang Arisi di Gedhong Pracimosono Kepatihan, Jumat (25/09/2020).

BERITA REKOMENDASI