‘Sibakul Jogja Free Ongkir’, Terobosan Dinas Koperasi dan UKM DIY

YOGYA, KRJOGJA.com – Sektor koperasi-usaha mikro kecil dan menengah (KUMKM) adalah pihak yang paling merasakan dampak pandemi covid-19, sebagaimana rilis BPS DIY, yang menunjukkan semua sektor dimana terdapat kegiatan UMKM pada perekonomian daerah, menunjukkan pertumbuhan negative selama triwulan I 2020.

Bahkan analisa Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY, menunjukkan lebih dari 55 persen konsumen tidak dapat mengakses produk-produk UMKM, sehingga menurunkan omzet penjualan UMKM. Akibatnya sekitar 44 persen UMKM terpaksa melakukan lay-off atau menekan jumlah tenaga kerja, dengan merumahkan atau melakukan pemutusan hubungan kerja.

Kondisi itu mengaskan bahwa UMKM menjadi pihak yang terdampak, dengan sebagian besar dari mereka mengharapkan dukungan informasi atau media pemasaran.  Selain itu, mereka juga mengharapkan adanya dukungan kebijakan dalam rangka mendukung pembelian produk-produk UMKM.

Mencermati hal itu, Pemerintah Daerah menilai upaya pemulihan ekonomi menjadi langkah yang dilakukan seiring dengan menekan penyebaran pandemic covid-19, dengan sejumlah tahapan dan prioritas. Hingga menjelang memasuki tahap New normal, pemulihan perekonomian menjadi satu prioritas yang harus dilakukan.  Salah satunya melalui pemulihan kondisi KUMKM yang difasilitasi pemasaran usahanya.

Bahkan Gubernur DIY juga mengeluarkan sejumlah langkah strategis, dengan salah satunya menerbitkan edaran nomor 519/7669 tentang himbauan untuk pembelian produk-produk UMKM.

Terobosan melalui SIBAKUL JOGJA Free Ongkir

Untuk mengakselerasi, Dinas Koperasi dan UKM DIY mencoba menerjemahkan kebijakan tersebut dengan memberikan insentif maupun stimulus bagi UMKM terdampak covid-19.  Salah satunya, membebaskan biaya antar atau ongkos kirim bagi konsumen yang membeli produk UMKM.

Branding kegiatan ini dikenal dengan SIBAKUL JOGJA Free Ongkir.  SIBAKUL JOGJA sebenarnya adalah sistem pendataan berbasis web bagi koperasi dan UMKM, dikembangkan menjadi marketplace untuk memasarkan produk-produk KUMKM yang transasksinya di

lakukan secara online.

KUMKM harus menjadi mitra SIBAKUL JOGJA, merupakan syarat utama bagi KUMKM yang berniat mengikuti sokongan pemasaran dengan fasilitas bebas ongkos kirim.  Syarat ini bentuk pembinaan terhadap KUMKM yang layak dan memenuhi syarat untuk melayani konsumen.

Pembelian produk KUMKM dilakukan secara daring atau on-line dengan tujuan meneguhkan kebijakan social distancing, melalui laman : (1) web sibakuljogja.jogjaprov.go.id sebagai market hub, dan (2) aplikasi playstore JOGJAKITA, yang didalamnya terdapat menu SIBAKUL JOGJA.  Singkatnya, konsumen sama sekali tidak dibebani biaya ongkos kirim terhadap produk yang dibeli dari KUMKM.

Secara tidak langsung KUMKM diberikan bantuan media pemasaran dengan pembebasan ongkos kirim, karena biaya ongkos kirim akan ditanggung pemerintah daerah yang bermitra dengan ojek online.   Untuk pemesanan ojek online dilakukan oleh pihak Customer Service (CS) dari Dinas Koperasi & UKM DIY, yang terus stand-by selama tujuh hari berturut-turut, untuk membantu KUMKM dan mendorong peningkatan konsumsi masyarakat.

Selain itu,  KUMKM juga diarahkan untuk tetap mematuhi protocol kesehatan dalam proses produksi hingga pada aspek pemasarannya, yang diarahkan dilakukan secara online.  Bahkan proses pengantaran oleh ojol pun juga dilakukan dengan tetap mematuhi protocol kesehatan, seperti : tetap menggunakan masker, selalui dibekali hand sanitizer, dan pemberian produk tidak dilakukan dengan bersebtuhan langsung dengan kosumen.

Hingga pertengahan Juni 2020, animo masyarakat terhadap pengembangan SIBAKUL JOGJA free-ongkir ini cukup antusias.   Data sejak  sebulan terakhir, menunjukkan bahwa ongkos kirim yang dikeluarkan senilai Rp 40 juta, terbukti mampu memutar bisnis perekonomian masyarakat (konsumen, KUMKM, dan ojol) senilai hampir Rp 240 juta atau enam kali lipatnnya.

Artinya, KUMKM, masyarakat, hingga ojol sangat terbantu, dengan stimulus pemasaran selama masa pandemi covid-19 ini.  Terobosan ini adalah langkah nyata dari Pemerintah Daerah untuk melakukan pemberdayaan bagi KUMKM yang masih berkeinginan untuk bertahan dan berjuang melewati krisis ini dengan tanpa mengabaikan protokol kesehatan.  Semoga KUMKM segera bersiap menyongsong Era Normal baru dalam dinamika perekonomian daerah dan SIBAKUL Free Ongkir adalah jawabannya. (*)

BERITA REKOMENDASI