12 Orang Tertangkap Lakukan Pesta Seks di Condong Catur

SLEMAN, KRJOGJA.com – 12 pasang laki-laki dan perempuan diamankan jajaran Reserse Kriminal Umum Polda DIY Selasa (11/12/2018) tengah malam di sebuah homestay kawasan Jalan Nusa Indah Condong Catur Depok Sleman. Laki-laki dan perempuan yang ternyata merupakan pasangan tersebut diketahui tengah melakukan pesta seks. 

Dirreskrimum Polda DIY, Kombes Polisi Hadi Utomo mengungkap pihaknya melakukan penggerebekan setelah melakukan penelusuran melalui media sosial pada 11 Desember 2018 lalu. Diketahui ada akun yang kemudian menawarkan untuk siapa yang tertarik mengikuti kegiatan tersebut dan ditelusuri mendalam oleh pihak kepolisian. 

“Saat kami amankan ada kegiatan yang diduga melanggar undang-undang yakni pesta seks. Karena kegiatan ini dilakukan beberapa orang dan ada persetubuhan yang dilakukan dua orang kemudian ditonton orang lain dalam satu kamar,” ungkapnya pada wartawan dalam rilis di Mapolda DIY Kamis (13/12/2018). 

Dari kamar tersebut polisi mengamankan beberapa barang bukti yang mengindikasikan adanya pesta seks yakni alat kontrasepsi (kondom), lingerie, pakaian dalam perempuan hingga telpon genggam dan uang tunai. “Empat pasang yang kami amankan diketahui merupakan pasangan suami istri sementara dua lainnya bukan. Namun kami belum tetapkan tersangka,” sambungnya. 

Saat diamankan diketahui satu pasang yang merupakan suami istri sedang melakukan hubungan persetubuhan di mana pasangan lainnya sedang menyaksikan. “Kami masih lakukan pendalaman, apakah benar hanya menyaksikan atau mereka melakukan hal lain, namun kami temukan uang dan handphone yang ada Whatsapp Grup sedikit membuktikan adanya pasal perdagangan manusia,” tandasnya. 

Dari pengakuan para pelaku tersebut, polisi mendapatkan fakta bahwa mereka membayar untuk bisa ikut dalam acara tersebut. Namun begitu, polisi belum bersedia menyebutkan berapa nominal uang yang harus dibayarkan untuk bisa mengikuti kegiatan terlarang tersebut. 

“Rata-rata usia mereka sudah 35 tahun dan seluruhnya warga Yogyakarta, kami temukan barang bukti uang Rp 1,5 juta. Kami akan telusuri lebih dalam berapa mereka harus membayar pada penyelenggara. Namun jelas ada indikasi pelanggaran perbuatan persetubuhan dan membiarkan terjadinya perbuatan cabul serta dugaan perdagangan orang,” tegasnya. 

Diketahui pula penyelenggara grup yang diamankan tersebut telah empat kali melakukan kegiatan serupa di lokasi yang berbeda-beda. Polisi pun kini masih telur menelusuri siapa sebenarnya di balik kegiatan pesta seks tersebut untuk ditetapkan sebagai tersangka. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI