14 Kapanewon di Sleman Masuk Zona Merah

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Angka kasus positif Covid-19 di Sleman masih terus terjadi. Data terbaru dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sleman, ada 14 kapanewon yang dinyatakan sebagai zona merah Covid-19.

Dari data yang diterbitkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman pada 17 Januari 2021, keempatbelas kapanewon tersebut meliputi Kapanewon Moyudan, Minggir, Godean, Gamping, Seyegan, Mlati, Sleman, Tempel, Ngaglik, Depok, Ngemplak, Berbah, Pakem serta Cangkringan.

“Ada tiga kapanewon lagi dinyatakan sebagai zona oranye. Ketiga kapanewon tersebut adalah Kapanewon Prambanan, Turi serta Kalasan,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sleman Shavitri Nurmala Dewi di kantornya.

Jika dibandingkan periode sebelumnya, pada 4 Januari 2021 lalu, jumlah zona merah ini bertambah cukup banyak. Awal tahun 2021 yang dinyatakan sebagai zona merah tersebut hanya 5 kapanewon, yakni Kapanewon Prambanan, Pakem, Kalasan, Tempel serta Moyudan. Sedangkan 12 kapanewon lainnya dinyatakan sebagai zona oranye meliputi Kapanewon Gamping, Godean, Minggir, Seyegan, Mlati, Sleman, Ngaglik, Depok, Turi, Cangkringan, Ngemplak, serta Berbah.

Sementara itu Panewu Seyegan Budi Pramono menambahkan, Satgas Kapanewon bersama satgas desa rutin melakukan patroli berkaitan dengan penerapan ketentuan sesuai PTKM. Termasuk memantau kerumunan yang mungkin terjadi serta pengawasan terhadap pertokoan dan usaha yang lain.

“Pengawasan ini bertujuan agar masyarakat mematuhi ketentuan dalam PTKM. Kami juga tetap melakukan edukasi ke masyarakat agar tetap disiplin prokes,” ungkap Budi. (Aha)

BERITA REKOMENDASI