140 Ha Tanaman Padi di Prambanan Puso

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com  – Sekitar 140 hektare (ha) tanaman padi di Prambanan atas mengalami puso pada musim kemarau. Hal itu dikarenakan kurang mendapatkan air untuk mengairi tanaman. Sekarang ini Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman sedang mengusulkan bantuan benih ke Kementerian Pertanian.

Kepala DP3 Kabupaten Sleman, Heru Saptono STP MM menjelaskan tanaman padi yang puso itu terjadi di 4 desa Prambanan yaitu, Gayamharjo, Wukirharjo dan Sambirejo dan Sumberharjo. Penyebab tanaman padi puso karena tidak ada aliran air ke lahan persawahan.

”Sebanyak 140 ha itu berada di Prambanan atas. Pada musim kemarau seperti ini, lahan pertanian tidak ada air untuk mengairi tanaman padi,” jelas Heru.

Dinas sudah mengajukan bantuan ke Kementerian Pertanian untuk mengganti benih di 140 ha lahan pertanian yang gagal panen. Diharapkan bantuan itu dapat ditanam pada musim tanam mendatang.

”Kami sudah mintakan bantuan ke pusat. Ketika kalau sudah musim hujan, benih bantuan dari pusat dapat ditanam lagi. Kalau sekarang dikasih benih, ya percuma karena tidak ada air dan gagal panen lagi,” terangnya.

Heru mengimbau kepada para petani, yang wilayahnya kesulitan mendapat air, supaya tidak menanam padi. Namun sebaiknya menanam palawija seperti jagung, kacang, kedelai dan lainnya. Sedangkan untuk perikanan, masyarakat supaya memelihara ikan yang tidak membutuhkan air yang banyak, misalnya lele, gurami dan lainnya.

”Jadi petani maupun pembudidaya ikan supaya melihat kondisi di sekitarnya. Kalau tidak mungkin menanam padi atau ikan, ya jangan. Dari pada nanti merugi,” ujarnya.

Sementara untuk tanaman palawija, masyarakat bisa memanfaatkan pompa air. Tahun ini dinas membantu 50 pompa air seluruh Kabupaten Sleman untuk mengantisipasi kebutuhan air bagi petani pada musim kemarau.

”Bantuan pompa air itu diutamakan di wilayah yang ada sumber airnya. Kalau tidak ada sumber airnya, pompa air juga tak berguna,” pungkasnya. (Sni)

BERITA REKOMENDASI