1500 Bambu Runcing di Monjali Pecahkan Rekor Dunia

SLEMAN, KRJOGJA.com – Monumen Jogja Kembali (Monjali) terlihat berbeda dari hari biasanya Kamis (01/03/2018). Bendera Merah Putih Raksasa tampak terbentang di kerucut monumen sementara 1500 bambu runcing terpancang di sekeliling monumen tersebut. 

Lepas upacara yang juga diikuti Bupati Sleman Sri Purnomo, para peserta langsung melakukan seremonial pemancangan bambu runcing di area sebelah selatan museum. Pihak Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) hadir dalam acara tersebut karena ternyata jumlah 1500 bambu runcing Monjali adalah yang terbanyak di dunia saat ini. 

Ketua Panitia sekaligus Kepala Bagian Operasional Monjali Nanang Dwinarto mengungkap pemasangan bambu runcing sebanyak 1500 buah memang diagendakan secara khusus di peringatan Serangan Oemoem 1 Maret hari ini. 

Menurut dia, bambu runcing merupakan simbol perlawanan bangsa Indonesia untuk mempertahankan kemerdekaan dari Agresi Militer Belanda kedua tahun 1949. 

“Hari ini kami peringati dengan memasang 1500 bambu runcing yang menyimbolkan 1500 pejuang Serangan Oemoem 1 Maret 1949. Kami kemas dengan meriah karena jumlah bambu runcing ini jadi yang terbanyak di dunia saat ini sekaligus tercatat dalam rekor MURI,” ungkapnya. 

Manager MURI Ariyani Siregar  mengatakan pemecahan rekor di Monjali ini sebelumnya telah melewati tahapan pengajuan sejak satu bulan lalu. Pihak Monjali menurut dia, sangat serius mempersiapkan diri hingga akhirnya terpasang 1500 bambu runcing yang juga memecahkan rekor dunia. 

“Hari ini, Kamis 1 Maret 2018 di Monumen Jogja Kembali Yogyakarta kami catat prestasi yaitu pemasangan bambu runcing terbanyak pada monumen perjuangan sebanyak 1500 bambu runcing. Jumlah ini jadi yang terbanyak di mana bambu runcing terbanyak sebelumnya di Semarang sebanyak 258 buah,” ungkapnya pada wartawan usai penyerahan piagam. 

1500 bambu runcing yang masuk MURI ini sebelumnya dipasang oleh Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) UPN Veteran Yogyakarta selama delapan hari kebelakang. 10 orang bekerja siang dan malam untuk menyelesaikan pemasangan bambu yang didapat dari wilayah Yogyakarta, Magelang dan Parakan Temanggung. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI