151 Pelajar Ajukan Mutasi Keluar Sleman

 

SLEMAN, KRJOGJA.com – Sebanyak 151 pelajar SD dan SMP di Kabupaten Sleman mengajukan mutasi pindah sekolah. Dari jumlah tersebut didominasi pelajar SD dengan 125 siswa dan sisanya pelajar SMP.

Sedangkan untuk pelajar yang memilih mutasi masuk Sleman ada 16 untuk jenjang SMP dan 3 siswa SD. Mutasi siswa ini menurut Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman Sri Wantini merupakan hal yang biasa terjadi. Terutama pada awal satu akhir tahun ajaran baru.

"Sebagian besar karena perpindahan kerja orang tua. Jadi bukan terus mereka tidak melanjutkan sekolah. Mereka tetap sekolah pada jenjang yang sama, hanya saja berbeda sekolah," katanya, Kamis (27/6).

Berdasarkan data dari Disdik Sleman, untuk siswa yang mutasi sebagian besar keluar dari Yogyakarta. Seperti Manado, Magelang dan yang lain. Ada yang karena tugas orang tua. Ada juga yang selama ini tinggal bersama kakek dan neneknya, namun saat ajaran baru kembali bersama orang tua.

Sri Wantini menjelaskan, mutasi siswa itu pasti ada. Dengan jumlah yang bervariasi setiap bulannya. Hanya saja setiap menjelang tahun ajaran baru atau di Bulan Juni memang relatif lebih banyak jumlahnya. Hal ini juga tidak akan berdampak pada proses kegiatan belajar mengajar.

"Proses pendidikan tetap berjalan. Baik siswa yang mutasi tersebut, maupun sekolah yang ditinggalkan. Karena ada beberapa sekolah yang jumlah siswanya melebihi dari jumlah rombongan belajar (rombel) yang ditetapkan," urainya. (Awh)

BERITA REKOMENDASI