1540 Pesilat Toya Atraksi Jurus di Prambanan

SLEMAN, KRJOGJA.com – Tercatat 1540 pesilat unjuk gigi jurus-jurus toya di lapangan Kompleks Candi Prambanan Minggu (21/10/2018). Gerakan-gerakan atraktif menggunakan senjata tongkat khas perguruan Perisai Diri pun diperagakan dengan indah hingga mampu mengundang decak kagum tamu undangan yang hadir. 

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan Gubernur DIY Sri Sultan HB X secara langsung hadir di perhelatan bertajuk Ksatria 1000 Toya tersebut. Keduanya pun sempat berbicara dalam dialog nasional yang mengangkat tema pembangunan bangsa Indonesia. 

Hendra Ami Jaya, Ketua Panitia Penyelenggara mengatakan sebenarnya panitia menargetkan 1000 pesilat yang berpartisipasi dalam agenda Ksatria 1000 Toya tersebut. Namun, ternyata animo besar para pesilat dari berbagai wilayah Pulau Jawa hingga Bali membuat peserta berkembang menjadi 1540. 

“Hari ini tercatat 1540 pesilat ysng ikut serta dalam latihan bersama bertajuk Ksatria 1000 Toya, lebih banyak dari target semula. Rekan-rekan pesilat anggota Perisai Diri ternyata sangat antusias sehingga hari ini bisa mencapai 1540. Hari ini kami memperagakan gerakan teknik senjata Toya,” ungkapnya usai latihan bersama. 

Salah satu peserta asal Bali, Sukrianingsih mengungkap kegiatan latihan bersama dengan gerakan toya ini sudah dinantikan sejak dua minggu lalu. Di Bali, ia bahkan mengaku sempat rutin latihan sebelum berangkat ke Yogyakarta mengikuti kegiatan Ksatria 1000 Toya. 

“Saya hobi silat sudah sejak kelas 5 SD jadi memang seperti cinta pertama saya. Kemarin diminta datang ke Yogya ya langsung saja diiyakan karena antusias sekali latihan di Candi Prambanan,” ungkapnya pada wartawan. 

Sementara terkait dialog nasional yang mengundang Menteri Perdagangan dan Gubernur DIY, Hendra Ami mengatakan bawasanya para anggota Perisai Diri ingin mendengarkan secara langsung kemajuan pembangunan Indonesia melalui orang yang berkompeten di bidangnya. Latarbelakang pendidikan dan pekerjaan anggota Perisai Diri yang berbeda-beda menurut dia menjadi modal besar untuk Indonesia sehingga harus dimaksimalkan. 

“Kalau mereka mendengar sendiri dari orang yang berkompeten harapannya menjadi lebih bersemangat dalam menjalani pekerjaan masing-masing. Imbasnya tentu saja semakin membawa Indonesia lebih maju lagi kedepan,” tandasnya. 

Di DIY sendiri jumlah pesilat Perisai Diri mencapai angka 6000 untuk anggota aktif. Sementara perguruan tersebut telah memiliki anggota di seluruh wilayah nusantara termasuk luar negeri. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI