2 Juta Orang Pinjam Dana Lewat Fintech

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Kedaulatan Rakyat (KR) bersama STIM YKPN, Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), dan Go-Jek menggelar seminar nasional Financial Technology (fintech) Sabtu (15/12/2018). Beberapa pembicara dihadirkan seperti Asteria Diantika, Kasubag Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Perwakilan DIY, Onny Widjanarko, Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, Budi Gandasoebrata, Managing Director Go-Pay dan Kepala STIM YKPN Dr Bambang Susilo.

Masing-masing pembicara menyampaikan materi menarik terkait fintech yang memang saat ini sedang ‘menyerbu’ bersamaan dengan era digital 4.0. Asteria Diantika, Kasubag Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Perwakilan DIY mengungkap hingga Desember 2018 paling tidak ada 2 juta orang Indonesia yang mengakses dana fintech khusus untuk peer to peer landing.

“Kami memang khusus mengawasi peer to peer landing atau pinjam meminjam dana melalui fintech. Saat ini jumlah pengakses fintech di bidang peer to peer mencapai lebih dari 2 juta orang dengan dana hingga Rp 12 trilyun, ini data per Desember 2018,” ungkapnya.

OJK mengingatkan bahwa peer to peer landing memiliki resiko yang seluruhnya ditanggung oleh orang yang terlibat di dalamnya. Di dalam peer to peer sendiri ada peminjam, pemberi pinjaman dan penghubung.

“Resiko peer to peer ini lebih besar ada pada yang meminjamkan, resiko ada karena ini investasi. Beda dengan orang yang menabung di bank, ketika terjadi sesuatu maka ditanggung Lembaga Penjamin Simpanan. Kalau di peer to peer adalah sepenuhnya peminjam dana. Peminjam dana juga harus paham resiko bunga yang cukup tinggi antara 2-3 persen,” imbuhnya.

OJK sendiri hingga saat ini telah mendaftar 78 perusahaan fintech peer to peer landing dengan hanya satu perusahaan saja yang tesmi memiliki ijin. Pun begitu, OJK juga telah melarang operasional 400 lebih perusahaan fintech ilegal per Desember 2018 ini.

“Kami tampilkan di website OJK, mana saja perusahaan fintech yang terdaftar dan berijin pun begitu yang telah dilarang. Kami berharap masyarakat lebih aman dalam bergerak di fintech terutama peer to peer landing,” pungkasnya. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI