200.000 UMKM Ditargetkan Manfaatkan Layanan QUAT BPD DIY

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Sebanyak 200 ribu UMKM ditargetkan akan memanfaatkan layanan pembayaran non tunai QRIS Ultimate Automated Transaction (QUAT) Bank BPD DIY. Selain meningkatkan daya beli UMKM, layanan QUAT menjadi solusi bertransaksi di tengah masa pandemi dimana pembayaran dilakukan secara digital tanpa harus megegang uang secara langsung.

Dirut PT Bank BPD DIY, Santoso Rohmat mengatakan QUAT merupakan sebuah aplikasi penerbitan QRIS bagi pemilik usaha. QRIS atau Quick Response Code Indonesian Standard adalah standarisasi pembayaran menggunakan metode QR Code dari Bank Indonesia agar proses transaksi dengan QR Code menjadi lebih mudah, cepat dan terjaga keamanannya.

“Aplikasi QUAT merupakan aplikasi mobile yang dihadirkan untuk memfasilitasi transaksi digital dalam jaringan QRIS bagi pelaku usaha. QUAT memiliki berbagai keunggulan diantaranya transaksi pembayaran dibukukan secara realtime, dapat menerima pembayaran dari berbagai QRIS issuer, mendukung fitur pemberian tips dan refund (pengembalian),” kata Santoso Rohmat dalam peluncuran layanan QUAT Bank BPD DIY di Sinergi Coworking Space, Rabu (25/11/2020).

Diluncurkannya program ini, ditegaskan Santoso Rohmat merupakan bagian dari komitmen Bank BPD DIY dalam meningkatkan potensi ekonomi dan mengoptimalkan perputaran transaksi serta penempatan dana daerah. Strategi ini diambil sejalan dengan visi dan misi pemerintah daerah yaitu untuk memajukan UMKM.

Santoso Rohmat mengatakan, UMKM sengaja dibidik karena sektor ini menjadi salah satu kekuatan utama perekonomian di DIY. Dengan membangkitkan UMKM maka secara otomatis akan menggerakkan perekonomian daerah yang hampir selama sembilan bulan ini lesu akibat terdampak pandemi Covid-19.

“Daya dukung UMKM ini kita pandang tahan dengan situasi apapun. UMKM kebanyakan begerak pada kebutuhan dasar, oleh karena itu perlu kita bantu dalam akses perbankan salah satunya dengan layanan QUAT ini,” jelasnya.

Kepala Dinas Kominfo DIY, Rony Primanto Hari dalam kesempatan ini menyampaikan sampai sekarang di wilayah DIY masih terdapat 150 blank spot. Dalam satu titik blank spot meliputi radius 200 – 500 meter dimana kebanyakan terdapat di daerah pegunungan atau pesisir pantai selatan Jawa.

Ia menambahkan pada tahun ini Dinas Kominfo DIY membangun backbone fiber optic mulai ujung barat Kulonprogo hingga ujung timur di Gunungkidul dan dari utara Sleman sampai ujung selatan Bantul. Ditargetkan pembangunan ini akan selesai pada bulan Desember dan dapat segera dimanfaatkan masyarakat.

“Jika semuanya selesai terpasang maka akan memudahkan memberikan akses di wilayah-wilayah blank spot dengan membangun WiFi gratis di pusat kegiatan UMKM yang memerlukan akses ini. Diharapkan UMKM yang kesulitan itu dapat memanfaatkan WiFi gratis ini,” jelasnya.

Setelah seluruh akses terlayani dengan baik, Dinas Kominfo DIY akan melakukan pendampingan selama satu tahun untuk memberikan program pelatihan bagi pelaku UMKM agar dapat memanfaatkan WiFi guna meningkatkan produktifitas. Pendampingan akan dilakukan selama satu tahun dengan menyasar 60 titik lokasi.

Sementara itu Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY, Srie Nurkyatsiwi menegaskan sebenarnya masyarakat maupun pelaku usaha telah siap menghadapi era digitalisasi. Namun kesiapan itu perlu didukung dengan pembinaan untuk diarahkan serta difasilitasi.

“Suka tidak suka mereka harus siap. Tentunya yang tidak kalah penting setelah siap, mereka juga harus meningkatkan kualitas produksi,” jelasnya. (Van)

BERITA REKOMENDASI