2020, Indonesia Terhubung ‘Tol Langit’

Editor: KRjogja/Gus

SLEMAN, KRJOGJA.com – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI tengah berusaha membangun jaringan Palapa Ring di tahun 2019 untuk memeratakan layanan internet. Pada 2020 mendatang, ‘Tol Langit’ Indonesia ditargetkan terhubung dari Sabang hingga Merauke.

Kepala Divisi Layanan Teknologi Informasi BAKTI Kominfo RI, Yulis Widya Marfiah mengungkap pihaknya melalui Badan Aksebilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI), kini terus bekerja dan mengejar target selesai di semester pertama tahun 2019. Menurut dia, saat ini sudah 94 persen wilayah terkoneksi menyisakan Indonesia Timur yang memang sedikit terkendala geografis dan transportasi.

“Target kami 514 Kota dan Kabupaten terhubung dan kami harapkan semester satu 2019 ini selesai. Secara infrastruktur sudah selesai semua, terutama untuk wilayah timur,” ungkapnya disela Seminar Merajut Nusantara, Kesiapan Masyarakat dan Dunia Usaha Menghadapi Revolusi Industri 4.0, di Tara Hotel Yogyakarta, Sabtu (23/3/19).

Kominfo menurut dia kini tengah memprioritaskan perkembangan di daerah Terluar, Tertinggal dan Terdepan (3 T) sementara di kawasan blankspot perkotaan diberikan tanggung jawab pada operator selular. “Harapannya ketika seluruhnya rampung pada 2020, sumber daya di dalam pemerintahan, maupun masyarakat pada umumnya sudah siap menerima infrastruktur yang ada sehingga tidak sia-sia,” sambungnya.

Sementara Anggota DPR RI Sukamta mengungkap, anakmuda masa kini termasuk di Yogyakarta, telah menyesuaikan dengan apa yang diwacanakan dalam Revolusi Industri 4.0. Namun begitu, tetap ada tantangan yang harus dijawab kedepan yakni membangun ekosistem berkelanjutan yang memastikan Indonesia tak tertelan arus dinamisasi Revolusi Industri 4.0.

“Bisnis saat ini memang beda, di Yogyakarta ini misalnya anak muda ditanya orangtuanya, kok nggak kerja. Ini pikiran orang analog, main handphone, main laptop, malam keluar kafe. Ternyata, itu sedang berbisnis ikut waktu waktu Eropa dan Amerika, nggak ketahuan. Tapi di sini negara harus hadir untuk memfasilitasi baik menyambungkan infrastruktur maupun membentuk ekosistemnya,” tandas Sukamta.

Chairman Petakumpet, Arief Budiman yang juga jadi pembicara turut menyampaikan bahwa era industri 4.0 membawa konsekuensi melimpahnya informasi dan semakin brutalnya kompetisi yang terjadi. Perubahan pola pikir dari manusia sangat dibutuhkan untuk bisa bertahan di era digital tersebut. (Fxh)

 

 

 

 

BERITA REKOMENDASI