22 Desa di Sleman Menjadi Mandiri

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Indeks Desa Membangun (IDM) merupakan Indeks Komposit yang dibentuk berdasarkan tiga indeks, yaitu Indeks Ketahanan Sosial (IKS), Indeks Ketahanan Ekonomi (IKE) dan Indeks Ketahanan Lingkungan (IKL). Perangkat indikator yang dikembangkan dalam Indeks Desa Membangun dikembangkan berdasarkan konsepsi bahwa untuk menuju Desa Maju dan Desa Mandiri perlu kerangka kerja pembangunan berkelanjutan dimana aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan menjadi kekuatan yang saling mengisi dan menjaga potensi serta kemampuan desa untuk mensejahterakan kehidupan desa.

Kebijakan dan aktivitas pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa harus menghasilkan pemerataan dan keadilan, didasarkan dan memperkuat nilai-nilai lokal dan budaya, serta ramah lingkungan dengan mengelola potensi sumber daya alam secara baik dan berkelanjutan. Dalam konteks ini ketahanan sosial, ekonomi, dan lingkungan bekerja sebagai dimensi yang memperkuat gerak proses dan pencapaian tujuan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.

Indeks Desa Membangun memotret perkembangan kemandirian desa berdasarkan Implementasi Undang-Undang Desa dengan dukungan Dana Desa serta kerjasama antara Pemerintah Desa dan Pendamping Desa. Indeks Desa Membangun mengarahkan ketepatan intervensi dalam kebijakan dengan korelasi intervensi pembangunan yang tepat dari Pemerintah sesuai dengan partisipasi masyarakat yang berkorelasi dengan karakteristik wilayah desa yaitu tipologi dan modal sosial.

IDM TA 2020 berdasarkan data-data sekunder tahun 2019 yang dimiliki oleh desa, proses pelaksanaan inputing data dilakukan oleh pemerintah desa dengan pendampingan dari Pendamping Desa, pelaksanaan IDM di Kabupaten Sleman dimulai sejak 1 Juni sampai dengan 25 Juni 2020. Proses verifikasi secara berjenjang sudah dilakukan di tingkat kecamatan dan selanjutnya di verifikasi di tingkat kabupaten oleh Dinas Pemberdayaan dan Masyarakat Desa.

Berdasarkan paparan Kepala Dinas PMD KabupatenSleman Drs Budiharja MSi yang didampingi oleh Kepala Bapeda Kabupaten Sleman Drs KuntoRiyadi MPPM dan Drs Muhammad Qhosim mewakili Biro Bina Pemberdayaan Masyarakat Setda DIY pada 30 Juni 2020 bertempat di Ruang Oproom Dinas PMD yang dihadirioleh OPD terkait serta Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat(TAPM) P3MD bahwa hasil IDM 2020 menunjukkan adanya peningkatan status IDM dari 86 desa jika disbanding dengan 1 tahun sebelumnya. IDM Desa Mandiri sebanyak 22desa, IDM Desa Maju sebanyak 50 desa dan IDM Desa Berkembang sebanyak 14 desa.

“Semakin banyak status IDM desa berada pada Status Desa Mandiri menunjukkan salahsatu indikator keberhasilan desa dalam melaksanakan pembangunan,” kata Budiharja.

Berdasarkan PMK No 205/PMK.07/2019 tentang Pengelolaan Dana Desabahwastatus IDM desa tidak mempengaruhi terhadap besaran dana desa karena besaran dana desa tergantung pada Bobot Alokasi Dasar (69%), Bobot Alokasi Formula (28%), Bobot Alokasi Afirmasi (1,5%) dan Alokasi Kinerja (1,5%). “Semoga dasar penentuan besaran dana desa untuk TA 2021 tidak berubah karena adanya pandemi covid-19,” pungkasnya. (*)

BERITA REKOMENDASI