239 Orang Lolos Administrasi, Netralitas Panwaslu Desa Diperiksa

SLEMAN, KRJOGJA.com – Sebanyak 239 orang dinyatakan lolos administrasi dan wawancara dalam seleksi Panwaslu Desa. Tahap selanjutnya, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sleman sangat terbuka dengan masukan masyarakat untuk memastikan netralitas calon anggota Panwaslu Desa.

Kordiv SDM dan organisasi Bawaslu Sleman Vici Herawati mengatakan, 239 orang yang lolos pada tahap seleksi administrasi dan wawancara terdiri dari 152 laki-laki dan 87 perempuan. Awalnya ada 244 orang yang mendaftar, namun 5 di antaranya dinyatakan tidak lolos administrasi. Dua orang yang tidak lolos berasal dari Kalasan dan Minggir karena umurnya belum mencapai 25 tahun. Kemudian dari Trimulyo dan Caturharjo, tidak bisa melengkapi surat keterangan kesehatan dari Puskesmas, RSUD atau rumah sakit pemerintah.

“Satu lagi dari Tempel tidak lolos administrasi karena tidak bisa menunjukkan ijazahnya yang asli. Yang bersangkutan hanya membawa fotokopi ijazah tanpa legalisir,” urai Vici, Rabu (26/2/2020).

Diungkapkan, Bawaslu Sleman tidak mengadakan masa perpanjangan pendaftaran karena kuota kebutuhannya perdesa dua orang dan sudah terpenuhi. Selanjutnya, Bawaslu membuka masukan masyarakat terhadap nama-nama yang lolos administrasi Panwaslu Desa. Masukan dari masyarakat ini diterima hingga tanggal 10 Maret.

“Kami juga cek apakah nama-nama yang bersangkutan terdaftar dalam keanggotaan partai politik. Kalau nanti memang ada nama yang ternyata terdaftar, kami akan melakukan klarifikasi kebenarannya,” jelas Vici.

Ditambahkan, masyarakat yang ingin memberi masukan bisa mengirim email ke Panwaslu atau ke Bawaslu. Atau bisa juga datang langsung atau bersurat. Pada prinsipnya pada semua pengumuman, Bawaslu sudah memberikan semua jalur yang bisa digunakan masyarakat.

“Masukan juga bisa dikirim melalui WhatsApp ataupun mengisi di Google form yang sudah disiapkan. Masyarakat harus mencantumkan nama, nomor telepon dan nomor NIK. Bahkan kalau ada bukti-bukti dari masukan masyarakat tersebut. Misalnya ada calon yang pernah kampanye dan masyarakat yang memberikan masukan memiliki fotonya bisa dicantumkan.(Aha)

BERITA TERKAIT