3 TPS Bayangan Disiapkan di Kapanewon Mlati

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Mlati mempersiapkan tiga Tempat Pemungutan Suara (TPS) bayangan. TPS ini disediakan guna memfasilitasi pasien yang berada di RSUP Sardjito. Dan dua fasilitas kesehatan (faskes) darurat penanganan Covid-19 yakni Asrama Haji dan Rusunawa Gemawang.

\Ketua PPK Mlati Jami Hermanto menerangkan, hingga Selasa ini, pihaknya akan membuka posko untuk pendaftaran formulir A5. Namun dari RSUP Sardjito baru 15 orang yang mengajukan formulir A5 agar bisa berpartisipasi dalam Pilkada hari ini Rabu (09/12/2020). Jami mengatakan, untuk di Kapanewon Mlatinada 182 TPS. Khusus TPS bayangan di RSUP Sardjito akan didukung TPS dari Sendowo.

“Di Sendowo ada 4 TPS, akan ada satu hingga dua TPS yang akan mendukung adanya TPS bayangan di Sardjito. Jumlah TPS yang mendukung menyesuaikan dengan jumlah pendaftar fomulir A5,” ungkap Jami, Selasa (08/12).
Sedangkan bagi penggunaan hak pilih di Rusunawa Gemawang, didukung oleh TPS di wilayah Gemawang. Sedangkan Asrama haji akan diikutkan TPS Pogung Lor. Hingga Senin (7/12) siang, jumlah pasien di Asrama Haji mencapai 80 orang. Hanya saja, yang ber-KTP Sleman hanya 38 orang. “Penghuni Rusunawa Gemawang, ada 54 orang namun yang ber-KTP Sleman hanya 44 orang,” ungkap Jami.

Jami mengungkapkan, nantinya surat suara di TPS bayangan, akan dipersiapkan dari pergeseran TPS terdekat. Untuk memfasilitasi para pasien, disiapkan dua petugas dari TPS terdekat. Mereka juga akan dibekali dengan alat pelindung diri (APD) lengkap.

Selain mengoptimalkan petugas di TPS, saat pelaksanaan pemungutan suara di TPS bayangan, juga akan dibantu oleh gugus tugas setempat. “Karena petugas lainnya masih akan fokus bertugas di TPS utama,” tandas Jami.

Sementara itu, Divisi Teknis PPK Mlati Dwi Jatmiko menambahkan, TPS khusus juga akan berada di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Sleman. Tercatat, ada 74 orang yang ada di Lapas Cebongan. Namun, baru 39 orang yang sudah masuk dalam DPT. “Untuk petugasnya, masih akan mengkoordinasikan dengan KPPS, PPS, PPK dan KPU terkait kesiapannya,” terang Dwi.

Dwi menuturkan, untuk pasien kritis di RSUP Sardjito, sesuai kajian pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI), tidak diperkenankan untuk melakukan pemilihan. “Karena bahaya untuk keduanya, yakni pasien dan petugas pemilihan,” tutur Dwi.

Sedangkan untuk TPS bayangan di Rusunawa Gemawang dan Asrama Haji, akan didatangi petugas. Mengingat kondisi mereka sehat meskipun positif Covid-19. “Kalau untuk pasien Covid-19 dengan kondisi sehat, nanti akan dikondisikan oleh tim Covid-19. Untuk teknisnya, masih menunggu,” tutup Dwi. (Aha)

BERITA REKOMENDASI