30 Sekolah di Sleman Siap Dijadikan Barak Pengungsi Merapi

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Pemkab Sleman menyiapkan 30 gedung sekolah untuk dijadikan sebagai tempat pengungsian warga lereng Merapi. Dari 30 sekolah tersebut, 12 diantaranya terletak Pakem, 11 di Cangkringan, 5 di Ngemplak dan 2 di Turi. Sekolah yang akan dijadikan sebagai barak pengungsian tersebut mulai dari jenjang TK, SD, SMP hingga SMA maupun Madrasah.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman Ery Widaryana menjelaskan data sekolah itu merupakan usulan dari BPBD. Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) di masing-masing kecamatan juga sudah menindaklanjuti untuk fasilitasi. “Sebelum difungsikan menjadi barak diharapkan ada nota kesepahaman antara sekolah dan pemerintah desa,” jelasnya di Sleman, Senin (16/11/2020).

Poin kesepakatan itu diantaranya mengatur tentang ruang yang bisa digunakan, penanganan keamanan aset dan sanitasi. Mengingat, tidak semua ruangan dapat difungsikan untuk barak seperti ruang penyimpanan aset, dan kantor kepala sekolah.

“Pada dasarnya, kami mendukung penggunaan gedung sekolah untuk barak. Di sekolah pun sudah lengkap sarana protokol kesehatannya seperti wastafel dan MCK,” kata Ery.

Gedung sekolah bisa digunakan sebagai barak sepanjang dibutuhkan selama periode tanggap darurat bencana. Namun sejauh ini, baru ada satu sekolah yang dijadikan barak yakni SD Muhammadiyah Cepitsari yang lokasinya bersebelahan dengan barak Glagaharjo di Kapanewon Cangkringan.

Alternatif barak itu dipetakan untuk antisipasi apabila daerah rawan bencana diperluas hingga radius 9 km. Pihaknya juga sudah meminta laporan kepada UPTD di Kecamatan Cangkringan, Pakem dan Turi terkait data siswa yang tinggal di kawasan rawan bencana.

Sementara itu terkait pelaksanaan kegiatan belajar di tempat pengungsian, Ery menyebut tidak ada kendala. Siswa justru terbantu karena di lokasi barak disediakan fasilitas wifi yang memadai serta penerapan pemakaian masker, mencuci tangan serta menjaga jarak. (Van)

BERITA REKOMENDASI