37 Santri dan Pengajar Ponpes di Moyudan Jalani Swab

SLEMAN, KRJOGJA.com – Selain pondok pesantren (ponpes) di Ngaglik dan Prambanan, penularan Covid-19 juga terjadi di sebuah ponpes di Kapanewon Moyudan. Hingga Rabu (21/10/2020), ada 10 orang yang dinyatakan positif Covid-10. Pasien positif terdiri dari pengajar berjumlah 2 orang, anak dari pengajar 1 orang dan santri putri berjumlah 7 orang.

Kepala Puskesmas Moyudan Desi Arijadi mengatakan, Rabu (21/10/2020) sudah melakukan 37 swab tenggorokan terhadap santri dan pengajar di ponpes tersebut. Sebelumnya, Senin (19/10/2020), Dinkes Sleman dan Puskesmas Moyudan juga telah melakukan uji rapid test terhadap 300-an penghuni ponpes.

“Dari hasil rapid test, hasilnya ada 31 yang reaktif. Kemudian langsung ditindaklanjuti dengan melakukan swab. Ditambah lagi ada 6 orang yang mengeluhkan ada gangguan penciuman sehingga Rabu ini juga langsung kami swab,” terang Desi kepada KRJOGJA.com, Rabu (21/10/2020).

Dalam waktu dekat juga akan dilakukan rapid test terhadap warga di sekitar ponpes tersebut. Menurut Desi, ditargetkan akan ada sekitar 300 orang yang mengikuti uji rapid test. Penelusuran hingga ke warga dianggap perlu, pasalnya ada salah satu warga yang kerap berinteraksi di dalam ponpes.

BERITA REKOMENDASI