37 Santri dan Pengajar Ponpes di Moyudan Jalani Swab

“Uji rapid test awal November mendatang dilakukan kerja sama dengan Baznas. Warga yang berinteraksi di dalam ponpes tersebut karena mengurusi bagian dapur atau mensuplai makanan untuk ponpes,” tandasnya.

Desi menyatakan, 10 orang yang dinyatakan positif sudah menjalani isolasi mandiri di Asrama Haji Sleman. Sedangkan dua di antaranya sudah diperbolehkan pulang. “Semuanya yang positif Covid-19 merupakan pasien tanpa gejala,” imbuh Desi.

Adanya kasus positif Covid-19 di ponpes ini, warga sekitar juga telah diberi edukasi. Pihak Dinkes Sleman dan Puskesmas Moyudan juga melakukan penyemprotan disinfektan di lingkungan ponpes.

Kepala Kantor Kemenag Sleman Sa’ban Nuroni menambahkan, adanya kasus positif di ponpes di daerah Moyudan menyebabkan adanya kebijakan pengasuh maupun guru di luar pesantren tidak diperbolehkan mengajar. Kemenag telah memanggil 19 pengelola ponpes yang sudah mendapatkan rekomendasi untuk melakukan pembelajaran tatap muka.

Nantinya, Kemenag Sleman akan bekerjasama dengan gugus tugas untuk melakukan penilaian dan monitoring lebih lanjut. “Untuk ponpes lainnya, total ada 50 yang telah mengajukan rekomendasi. Total keseluruhan ada 145 ponpes ada di Sleman,” kata Sa’ban. (Aha)

BERITA REKOMENDASI