38 Hektare Lahan Pertanian Kena Proyek Tol Yogya – Solo

SLEMAN, KRJOGJA.com – Proyek pembangunan jalan tol Yogyakarta-Solo saat ini sudah pasti dan tidak akan berubah. Sosialisasi pun terus dilakukan terhadap warga yang akan dilalui jalan tol. Namun proyek pembangunan tol sepanjang 22 km tersebut, dipastikan hanya sedikit berdampak pada lahan pertanian warga Sleman. 

Baca Juga: Seto Nurdiantoro Buka Peluang Latih PSIM

Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Sleman Heru Saptono mengatakan, dampak pada lahan pertanian di Sleman hanya sedikit. "Hanya sekitar 38 hektar lahan pertanian yang kena jalur tol. Secara umum itu tidak mengganggu produktivitas pangan," ungkapnya kepada wartawan, belum lama ini.

Heru menjelaskan, sedikitnya dampak pada lahan pertanian, lantaran konstruksi jalur tol yang dibuat elevated alias melayang. Struktur ini, mampu meminimalisasi dampak pada lahan milik warga. Selain itu, pihak DP3 Sleman juga sudah mengeluarkan Perda yang mengatur bahwa lahan pertanian seluas 18.434 hektar, sebagai lahan pangan berkelanjutan. 

Baca Juga: Akui Belum Ada Pembicaraan, Erwan Hendarwanto Prioritaskan Mengabdi PSIM

"Artinya, lahan tersebut tidak boleh dialihfungsikan dalam bentuk apa pun. Peruntukannya murni sebagai penopang kebutuhan pangan di Sleman. Lahan tersebut dibagi dua kategori. Zona inti seluas 17.000 hektar dan sisanya sebagai zona cadangan," jelas Heru, seraya menambahkan, jalan tol Yogyakarta-Solo, akan melintasi 14 desa di Kecamatan Kalasan, Prambanan, Depok, Ngaglik, Mlati, dan Gamping.(Has)

BERITA REKOMENDASI