40 Kali Beraksi di Kargo Pesawat, 5 Porter Ditangkap

Editor: KRjogja/Gus

SLEMAN, KRJOGJA.com –  Lima porter di Bandara Adisutjipto Yogyakarta ditangkap setelah 40 kali mencuri barang paketan di kargo pesawat. Beraksi sejak Juli hingga Oktober lalu,  kawanan ini mengincar paketan barang berisi handphone. Kelima pelaku merupakan warga Sleman, Bantul, Kota Yogya dan Klaten, yakni S, ODA, ABS, ASP dan S.

Direktur Reserse KriminalUmum (Direskrimum) PoldaDIY AKBP Burkan Rudy Satria menjelaskan,  pengungkapan kasus ini berawal dari laporan sebuah perusahaan jasa ekspedisi yang sering kehilangan barang paketan. Penyelidikan yang dilakukan polisi membuahkan hasil dengan menangkap para pelaku di lokasi berbeda.

 

Modus pelaku, dengan merobek karung paket saat masih berada di lambung pesawat. Dari satu  karung, hanya satu HP yang diambil agar selisih berat tidak mencolok. Setelah itu,  pelaku menjahit kembali karung tersebut. Barang curian kemudian dimasukkan ke dalam rompi dan disimpan dalam loker porter, selanjutnya saat jam istirahat barang curian dibawa  keluar dan disimpan dalam jok motor. Setelah pulang kerja, HPdi-jual dengan harga normal se-cara online di facebook atau Cash On Delivery (COD).

”Sasaran mereka adalah barang kiriman paket. Sebagian besar barang yang dicuri adalah HP karena tidak mempengaruhi selisih bobot barang secara keseluruhan. Selain itu,menurut pelaku, barang tersebut mudah dijual,” jelas AKBP Burkan di Mapolda DIY, Jumat (20/12).

Diungkapkan AKBP Burkan, dalam setiap aksinya, mereka berbagi peran. Ada yang  bertugas  merobek dan  menjahit karung, mengawasi situasi dan ada yang menjual  barang  curian. Para pelaku merupakan pekerja outsourcing dan ada yang sudah bekerja sejak 10 tahun lalu,sehingga mengetahui seluk beluk barangdi bandara.Dalam  kasus  tersebut, barang  bukti yang disita, antara lain 22 bukti pengiriman, 1 lembar rekapitulasi barang hilang,25 buah karung plastik berlogo JNE sebagai sarana pengepakan barang kiriman kargo manifes dan 4 buah HP.

Koordinator Sekuriti PT JNE Yogyakarta, Arif Wiyanta mengatakan, kecuri-gaan berawal saat jumlah barang yang diterima tidak sesuai dengan manives. Kecurigaan bertambah setelah  ditemukan bekas jahitan sepanjang 15 Cm dan saat dicek ternyata barang paket ada yang hilang. Perusahaannya, sudah mengkonfirmasi hal itu dengan pihak bandara, namun karena tidak ada kejelasan  akhirnya  melapor  ke  Polda DIY. ”Sejak Juli hingga November, kerugian yang ditanggung perusahaan diperkirakan mencapai Rp 200 juta,” ungkapnya di Mapolda DIY.    

BERITA REKOMENDASI