4,9 Hektar Sultan Ground di Tamanmartani Terdampak Pembangunan Tol Yogya – Solo

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Tanah Sultan Ground (SG) yang berada di Tamanmartani Kalasan turut terdampak pembangunan jalan tol Yogya-Solo. Tanah SG seluas 4,9 hektare tersebut saat ini berstatus tanah pelungguh dukuh. Pj Lurah Tamanmartani Joko Susilo mengatakan, tanah SG yang ada di Tamanmartani sebanyak 10 bidang tanah. Tanah ini ada yang difungsikan sebagai area persawahan dan untuk bangunan Sekolah Dasar Tamanan 2.

”Untuk tanah yang berstatus SG, nantinya dimungkinkan untuk mencari tanah pengganti. Kami akan membelikan tanah pengganti. Sedangkan untuk bangunan sekolah kami masih berkoordinasi dengan Kementerian,” terangnya.

Menurut Joko, untuk proses ganti untung tanah SG nantinya masuk ke kas kalurahan. Kalau ada kemungkinan mencari tanah pengganti, pihak kalurahan akan membelikan tanah pengganti.

”Semua tahapan pembangunan jalan tol khususnya di Tamanmartani, saat ini tidak ditemukan permasalahan berkaitan dengan penggunaan tanah untuk proyek tol. Baik tanah yang statusnya hak milik maupun yang berstatus tanah desa. Karena semua pihak yang bersangkutan sudah memberikan persetujuan dengan melalui berita acara,” jelasnya.

Pada 10 September mendatang, proyek tol di Tamanmartani akan memasuki tahapan pematokan. Baru setelahnya dilanjut dengan pengukuran dan appraisal. Dari data yang ada, akan ada sebanyak 149 warga di Tamanmartani yang tanahnya terdampak tol Yogya-Solo.

Kepala Kundha Niti Mandala sarta Tata Sasana (Dinas Pertanahan dan Tata Ruang) DIY Krido Suprayitno mengaku belum bisa memastikan lokasi serta berapa luasan tanah SG yang terdampak pembangunan tol. Meski demikian, tanah SG juga mendapatkan ganti untung sama seperti tanah yang berstatus hak milik.

”Tanah SG terdampak tol Yogya-Solo juga akan mendapat ganti untung. Pembebasan lahan tol Yogya-Solo kan bukan proses jual beli, melainkan pelepasan,” imbuhnya. (Aha)

BERITA REKOMENDASI