5 Tahun Kedepan 1.000 Startup Muncul di Indonesia

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN (KRjogja.com) – Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) akhirnya resmi memperkenalkan Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital yang dimulai dari Yogyakarta, Sabtu (13/08/2016). Sebanyak 250 anak muda Yogyakarta menjadi yang pertama diinisiasi untuk pembentukan ekosistem startup yang ideal di Indonesia pada 2020 mendatang.

Menkominfo, Rudiantara yang hadir langsung sebagai keynote speakers dalam seminar ignition innovative academy di Grha Sabha Pramana mengatakan, Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital tersebut merupakan bagian dari roadmap e-commerce di Indonesia. Pemerintah mengharapkan paling tidak pada 2020 ada 20 perusahaan startup bervaluasi lebih dari Rp 1 miliar untuk mendukung perekonomian negara.

"Tujuan kita membuat gerakan ini agar semakin banyak anak muda yang paham cara membuat startup yang menjadi salah satu faktor penting e-commerce. Akan ada 10 kota yang kita sasar dan salah satunya Yogyakarta ini yang ternyata punya potensi besar dengan bukti 190 startup dan pertumbuhan hingga 30 perusahaan tiap tahun," ungkapnya.

Saat ini menurut Rudi baru satu perusahaan e-commerce di Indonesia yang memiliki valuasi Rp 1 miliar yakni Gojek yang digagas oleh satu anak Indonesia, Nadiem Makarim. "Nah kami berharap semakin banyak lagi muncul anak muda Indonesia yang sukses, paling tidak ya 1.000 dengan valuasi Rp 130 trilyun," imbuhnya.

Sementara Chief Executive Kibar Kreasi Indonesia, Yansen Kamto yang menjadi salah satu pengggas Gerakan 1.000 Startup Digital menambahkan, 1.000 teknopreneur tersebut akan dicari dari 10 kota di Indonesia selama lima tahun kedepan. "Targetnya tiap kota ada 20 dan dalam satu tahun ada 200 saja, maka dalam lima tahun sudah ada 1.000," lanjutnya.

Pada tahapan pertama ini anak-anak muda Yogyakarta akan diajak mencari permasalahan-permasalahan lokal yang diharapkan akan memunculkan solusi melalui startup digital. "Startup yang bisa berkembang itu awalnya muncul dari masalah yang ada dan kita jangan melihat di luar agar tak jadi konsumen saja, saatnya kita urai sendiri masalah yang ada melalui startup," pungkas Yansen. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI