510 Pebulutangkis Siap Bersaing di GOR Finarsih

Editor: KRjogja/Gus

SLEMAN, KRJOGJA.com – Sebanyak 510 pebulutangkis dari 35 klub yang ada di jajaran Pengkab/Pengkot PBSI se-DIY siap bersaing menjadi yang terbaik dalam Kejurda Bulutangkis antarklub 2019 yang bakal dilangsungkan di GOR Finarsih Jaya Raya Satria, Jalan Godean Km 14, Jetis Kaliurang, Sumberagung, Moyudan, Sleman, Rabu (30/10) hingga 3 November 2019 mendatang.

 

Meski kejurda ini baru dihelat Rabu besok, tapi pembukaannya sudah diadakan di tempat pertandingan  bersamaan dengan Manager Meeting (MM) peserta, Minggu (27/10).

Pembukaan dilakukan Ketua Umum  Pengda PBSI DIY Drs Suhartono MM, didampingi Sekum PBSI DIY  Sukiman Hadiwidjojo, dihadiri jajaran Pengurus PBSI DIY lainnya termasuk pemilik GOR yaitu Finarsih dan perwakilan klub peserta. Sedangkan Manager Meeting dipimpin Reffree Aris Hariyanto, SPd.

Event yang disponsori Djarum Foundation Bakti Olahraga tersebut, mempertandingkan beberapa kelompok umur (KU) dari usia dini hingga dewasa. “Para pebulutangkis yang mengikuti kejurda kali ini merupakan kelanjutan dari kejuraan bulutangkis multi cabang seri I, II dan III yang telah digelar pada bulan sebelumnya di Sleman, Yogya dan Bantul.

Ajang kejurda ini, juga dimaksudkan sebagai seleksi para pemain yang akan mewakili DIY dalam  Kejurnas  bulutangkis 2019 di Palembang,” ujar Sukiman.

Disebutkan Sukiman, para juara I,II dan III akan mendapatkan hadiah uang pembinaan, piala dan piagam. Khusus untuk juara I dan II semua kelompok umur bakal mendapat hadiah tambahan berupa alat olahraga dari sponsor.

Sementara itu, Suhartono selaku Ketum Pengda PBSI DIY menambahkan dengan diadakannya kejuaraan multi cabang dan kejurda bulutangkis antarklub se-DIY tersebut, diharapkan  setiap tahunnya ada  para pemain DIY yang masuk pelatnas.

“Dari itu, ini merupakan tugas dari pelatih dan pemilik  klub  untuk dapat mengikutkan  para atletnya dalam ajang bulutangkis ini secara berjenjang  atau kelompok umur,” ujar Suhartono.

Menurutnya, para pelatih tentu akan lebih jeli menempatkan atletnya sesuai potensi yang dimiliki, misalnya di sektor tunggal, ganda maupun di ganda campuran. “Jadi pembinaan atlet bulutangkis  harus sesuai dengan potensi yang dimiliki masing-masing  pebulutangkis,” pungkasnya. (Rar)

 

 

BERITA REKOMENDASI