75 Anak Yatim Sunat “Laser” Gratis di Momen Libur Nataru

Editor: KRjogja/Gus

SLEMAN, KRJOGJA.com – Momen akhir tahun Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang bebarengan dengan libur semesteran sekolah banyak dimanfaatkan anak laki-laki untuk melakukan khitan atau sunat. Di Krasakan Tempel Sleman misalnya, 75 anak mengikuti sunatan masal bertajuk Khitanan Ceria menggunakan teknologi laser, Selasa (24/12/2019).

Berbeda dari biasanya sembari mengantre disunat, anak-anak usia 6 hingga 13 tahun diajak bermain game. Mereka tampak ceria, tak terlihat rona ketakutan di wajah meski hendak dikhitan.

Sejak pagi hari, anak-anak yatim dan dhuafa yang berasal dari kawasan Tempel Sleman sudah datang ke di Klinik Pratama, HM Sosromiharjo dengan sangat antusias. Mereka langsung mengenakan kaos yang diberikan penyelenggara dari Laznas Baitulmaal Muamalat (BMM) dan Bakrie Amanah.

“Tidak sakit kok katanya, kan menggunakan laser. Cepat juga katanya prosesnya, jadi tidak takut,” ungkap Alfian Aditya siswa kelas 5 SD warga Triharjo Sleman yang ikut dalam Khitanan Ceria tersebut.

Namun begitu, saat tiba di ruang sunat, barulah hal-hal unik terjadi. Ada yang berteriak ‘udah-udah-udah’, ada pula yang kaget saat melihat bagian tubuhnya dilaser oleh dokter.

Rina Ekawati, Kordinator Perwakilan BMM Yogyakarta mengungkap kegiatan khitanan massal tersebut merupakan yang pertama kali diadakan di Yogyakarta dengan peserta 75 anak. Peserta sendiri merupakan pendaftar yang terdiri dari santri, anak yatim dan dhuafa di kawasan Tempel Sleman.

“Kami berharap bisa memberi manfaat untuk individu maupun masyarakat, dan Tempel ini kami pilih karena adanya permintaan masyarakat dan ternyata kesadaran untuk hidup sehat masih cukup kurang daripada lokasi lainnya. Ini pendaftaran sangat singkat tapi pesertanya kemarin sampai 100 lebih, akhirnya kami pilih 75 anak sesuai kapastitas,” ungkapnya di sela acara.

Rina menyebut, khitanan ceria tersebut menggunakan teknologi laser dengan lima dokter yang secara bergantian melakukan tindakan pada 75 anak. Jika umum, biaya khitan mencapai lebih dari Rp 500 ribu lantaran menggunakan teknik laser.

“Banyak yang kurang mampu dan enggan sunat jadinya. Tapi alhamdulillah ini banyak anak-anak yang ikut serta, mudah-mudahan bisa membawa manfaat untuk masyarakat. Tema ceria ini kami juga usung karena anak-anak peserta mendapat bingkisan, uang dan doorprise sepeda juga,” ungkapnya lagi.

Sementara Maulana Adnan, Bendahara Yayasan Bakrie Amanah menyebut kegiatan Khitanan Ceria di Yogyakarta merupakan rangkaian yang juga diadakan di 10 kota Indonesia lainnya. “Kami ingin mendukung masyarakat sehat, salah satunya melalui khitan ini, biayanya mungkin cukup mahal untuk sebagian orang jadi biasanya nanti-nanti saja. Padahal khitan ini penting untuk kesehatan. Ini yang mendasari kami ikut ambil bagian terlibat,” terangnya. (Fxh)

 

BERITA REKOMENDASI