750 Maba Instiper Ditantang Taklukkan 4.0 di Perkebunan dan Hutan

SLEMAN, KRJOGJA.com – Institut Pertanian Stiper (Instiper) Yogyakarta memulai perkuliahan bagi mahasiswa baru (maba) angkatan 2019, Selasa (13/8/2019) pagi. 750 maba ditantang menaklukkan perubahan di era industri 4.0 khususnya di perkebunan. 

Rektor Instiper Dr Ir Harsawardana MEng mengungkap saat ini era industri 4.0 di mana artificial intellegence dan Informasi Teknologi (IT) mendominasi setiap segi kehidupan. Hal tersebut menurut dia harus mampu dihadapi mahasiswa baru yang empat tahun kedepan akan menempuh pendidikan dan lulus masuk ke dunia kerja. 

“Kita sudah punya pusat riset di bidang perkembangan teknologi salah satunya AIRICA yakni Artificial Intellegence Research and Innovation Center for Agroindustry. Semua nanti akan teman-teman mahasiswa dapatkan dan harapan kami bisa dimanfaatkan secara maksimal. Kuasai terutama teknologi di bidang perkebunan dan kehutanan,” ungkap rektor. 

Pada setiap mata kuliah menurut Harsawardana nantinya kampus akan menyematkan konten informasi teknologi yang terkait dengan industri terkini di perkebunan dan kehutanan. “Kami ingin mahasiswa ini update terhadap teknologi yang diterapkan di lapangan, bahkan bisa menciptakan terobosan untuk memaksimalkan kinerja. Ini yang kami harapkan bisa muncul dari angkatan 2019,” sambung dia. 

Maba Instiper sendiri telah menjalani masa orientasi di kampus dan kebun sejak 6 Agustus 2019 lalu. Beberapa fase tes dijalani seperti kesehatan, pelatihan kedisiplinan, pengenalan UKM hingga mengunjungi SEAT Ungaran. 

“Mahasiswa tahun ajaran 2019/2020 kami berasal dari 31 provinsi di Indonesia dengan terbanyak dari Sumatera Utara (204 orang), Riau (165 orang) dan Jawa Tengah (67 orang). Ada 118 mahasiswa baru dari penerima beasiswa ikatan dinas baik dari swasta maupun pemerintah,” imbuh Kabag Humas Instiper Betti Yuniasih. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI